Mustafa mencoba berpikir ulang dan mengingat apa sih yang dimaksud dengan patah hati. Kenapa sih orang-orang bisa patah hati? Bukannya kalo hati kita patah, ya langsung mati ya?
Setelah merenung, apa yang bikin patah hati menurut Mustafa adalah ketidakmampuan merubah keadaan. Jadi seperti ketika kita ndak punya kuasa dan kendali pada apa yang terjadi, di situlah patah hati. Karena masing-masing kita memiliki bayangan idealnya sendiri, dan itu akan membuat kita terus mengejar apa yang sesuai dengan yang kita bayangkan. Kalau tidak tercapai ya sudah, paling tidak kita sudah berusaha. Lalu, patah hatinya dimana? Patah hatinya adalah ketika kita sadar kalau kita gagal menggapai bayangan idealnya sudah di luar usaha kita. Semisal nih, contoh paling gampang, si cowok naksir berat sama si cewek, jatuh cinta dah pokoknya, dikejar terus si cewek ini, ya namanya juga usaha yaaaa...eh, tau-tau si cewek ini pas lagi maen ke mall sama temen ceweknya malah keambrukan pohon natal, dipanggil tuhan, alias matik. Patah hati lah si cowok. Ya, panggilan Tuhan itu adalah sesuatu yang tidak bisa kita usahakan lagi.
Jadi ya sesuatu keadaan yang tidak mampu kita ubah dan kita kejar akan membuat patah hati. Ini yang membuat sesuatu terasa tidak adil. yang membuat hidup tidak adil. Kalo nyambung cerita yang tadi, misalnya lagi nih ya, si cowok ini udah habis-habisan ngirimin si cewek ini rangkaian bunga setiap hari, eh, malah si cewek matik, kan ya si cowok merasa ndak adil. Usaha yang besar loh menghabiskan tabungan untuk mengirimkan karangan bunga buat cewek pujaan, eh, kok malah matik ketibanan pohon natal di mall, mana ke mallnya ndak sama dia lagi. Kan jadinya malah ditinggal matik atas dasar keinginan Tuhan, bukan keinginan si cowok, bukan keinginan si cewek. Kan ndak adil banget tuh.
Kalo uda ngerasa ndak adil gitu biasanya bersikap menyalahkan diri sendiri. Si cowok ini setelah tau kalo si cewek matinya ketibanan pohon natal dia langsung sedih. Tau gitu si cewek disuruh pakek helm pas di mall. Tau gitu si cewe disuruh ndak usah ke mall, tapi ke pasar aja. Tau gitu si cewe kalo ngotot pengen ke mall, disuru di parkiran aja, ndak usah ke dalem. Ya gitu gitu deh. Ya ini jadi salah si cowok, kerna ndak ngingetin si cewek. Padahal ya bukan salah mereka. Padahal ya emang udah dipanggil aja. Nah, siapa yang manggil?
Ya gitu dah, kayaknya itu yang berhubungan dengan patah hati. Ndak semata-mata diputusin pacar terus patah hati, bo'ong ituh. Diputusin pacar lalu patah hati dan ingin bunuh diri itu hanya ada di sinetron dan di koran pedesaan. Kalok diputusin pacar itu namanya "belum jodohnya".
Tuesday, January 7, 2014
Thursday, January 2, 2014
Mertua
Mereka bilang kalau tidak ada mertua yang bisa membuat seorang nyaman. Mustafa sih tidak setuju dengan apa yang mereka bilang, sampai beberapa waktu lalu Mustafa sempat khilaf dengan tidak menyukai mertuanya sendiri. Bukan kebiasaaan Mustafa untuk tidak menyukai orang lain, karena mustafa selalu beranggapan kalau masing-masing pribadi itu berbeda dan berhak memiliki cara hidup dan cara berpikir sendiri.
Mustafa merasa mertuanya tidak hidup dengan benar, tidak saling mencintai pasanganya dengan benar, tidak mencintai anaknya dengan benar lagi. Mustafa merasa perilaku mertuanya itu akan memberikan contoh yang buruk bagi Mustafa dan Musdalifah. Ya walaupun Mustafa dan Musdalifah yakin akan hidup dengan cara mereka sendiri, tapi yakin mereka akan tetap memberi pengaruh bagi keluarga Mustafa.
Mertua Mustafa dikagumi karena gaya hidup "rebellious" mereka yang tidak mau perduli dengan pandangan masyarakat pada umumnya. Selama jalan yang mereka tempuh dirasa nyaman, ya kenapa ndak dijalani. Kemudian Mustafa merasa seperti "rebellious"nya itu ternyata tidak selesai, ada kesan tanggung yang Mustafa tangkap dari mereka. Mertua menganut kebebasan berfikir dan berpendapat, hanya saja terkadang mereka tidak mau lagi mendengar pendapat dan menghentikan debat kusir yang berarti tidak mau lagi mendengar karena itu hanya debat kosong. Tidak lagi melihat dari banyak sudut pandang.
Eh, tapiii...
Artinya Mustafa kalau ngomelngomel kaya begini kan Mustafa juga tidak melihat dari sudut pandang yang lain, ya. Mustafa juga harusnya melihat kalau mertua Mustafa itu sudah dengan sangat baiknya mendidik Musdalifah menjadi wanita yang dicintai dan mencintai Mustafa. Mendidik Musdalifah menjadi pribadi yang anggun, tegas, dan berani. Membesarkan Musdalifah menjadi pribadi yang menyenangkan dan sering tertawa.
Ketika Mustafa merasa mertua luput untuk mendengarkan, ya Mustafa harus berpikir kalau mereka sedang tidak ingin diganggu. Mustafa harus bisa memahami kalau mertua juga manusia yang kadang memiliki rasa lelah menjadi diri sendiri. Ketika Mustafa merasa mertua menjadi sosok yang "annoying", Mustafa harus bisa melihat segala kebaikan yang telah dilakukan oleh mertua, tidak hanya melihat sisi buruknya saja. Nah, di sini Mustafa merasa khilaf dengan sempat tidak menyukai mertua.
Kalau ingin merasa nyaman dengan mertua (atau orang lain) ya rangkullah mereka. Jangan berharap banyak untuk mereka merangkul terlebih dahulu. Bersikaplah aktif dan berhenti berharap, karena dengan berharap artinya harus siap dengan sakit hati ketika harapan itu tidak sesuai dengan keinginan kita.
Maaf ya mama mertua dan papa mertua, Mustafa khilaf.
Mustafa merasa mertuanya tidak hidup dengan benar, tidak saling mencintai pasanganya dengan benar, tidak mencintai anaknya dengan benar lagi. Mustafa merasa perilaku mertuanya itu akan memberikan contoh yang buruk bagi Mustafa dan Musdalifah. Ya walaupun Mustafa dan Musdalifah yakin akan hidup dengan cara mereka sendiri, tapi yakin mereka akan tetap memberi pengaruh bagi keluarga Mustafa.
Mertua Mustafa dikagumi karena gaya hidup "rebellious" mereka yang tidak mau perduli dengan pandangan masyarakat pada umumnya. Selama jalan yang mereka tempuh dirasa nyaman, ya kenapa ndak dijalani. Kemudian Mustafa merasa seperti "rebellious"nya itu ternyata tidak selesai, ada kesan tanggung yang Mustafa tangkap dari mereka. Mertua menganut kebebasan berfikir dan berpendapat, hanya saja terkadang mereka tidak mau lagi mendengar pendapat dan menghentikan debat kusir yang berarti tidak mau lagi mendengar karena itu hanya debat kosong. Tidak lagi melihat dari banyak sudut pandang.
Eh, tapiii...
Artinya Mustafa kalau ngomelngomel kaya begini kan Mustafa juga tidak melihat dari sudut pandang yang lain, ya. Mustafa juga harusnya melihat kalau mertua Mustafa itu sudah dengan sangat baiknya mendidik Musdalifah menjadi wanita yang dicintai dan mencintai Mustafa. Mendidik Musdalifah menjadi pribadi yang anggun, tegas, dan berani. Membesarkan Musdalifah menjadi pribadi yang menyenangkan dan sering tertawa.
Ketika Mustafa merasa mertua luput untuk mendengarkan, ya Mustafa harus berpikir kalau mereka sedang tidak ingin diganggu. Mustafa harus bisa memahami kalau mertua juga manusia yang kadang memiliki rasa lelah menjadi diri sendiri. Ketika Mustafa merasa mertua menjadi sosok yang "annoying", Mustafa harus bisa melihat segala kebaikan yang telah dilakukan oleh mertua, tidak hanya melihat sisi buruknya saja. Nah, di sini Mustafa merasa khilaf dengan sempat tidak menyukai mertua.
Kalau ingin merasa nyaman dengan mertua (atau orang lain) ya rangkullah mereka. Jangan berharap banyak untuk mereka merangkul terlebih dahulu. Bersikaplah aktif dan berhenti berharap, karena dengan berharap artinya harus siap dengan sakit hati ketika harapan itu tidak sesuai dengan keinginan kita.
Maaf ya mama mertua dan papa mertua, Mustafa khilaf.
Wednesday, January 1, 2014
Happy New Year
"There is no a lower form of Human Life." - downset.-
Tahun baru adalah pergantian tahun. Sudah menjadi tradisi untuk dirayakan secara besar-besaran. Entah tradisi entah pula momen yang sangat dibesar-besarkan. Perayaan tahun baru adalah membakar kembang api yang harganya luar biasa tinggi dan juga entah untuk apa. Belanja banyak dan makan banyak tetapi tetap tidak bisa habis bis bis bis. Keluar dan melek semalaman dan meninggalkan sampah di seluruh kota tanpa mau membersihkan. Sisa perayaan adalah sesuatu yang tidak diperdulikan lagi dan sudah bukan tanggung jawab yang merayakan.
Malam tahun baru adalah hujan yang tidak pernah tertebak pukul berapa akan turun. Macet yang berkepanjangan dan pengendara desa yang tidak perduli dengan arus lalu lintas selama mereka bisa melihat kembang api. Berkendara sangat kencang atau sangat lambat dengan klakson yang dinyalakan terus dan knalpot yang bising. Dimana kembang api untuk sesaat lebih indah daripada anak kita yang sudah mengantuk dan ingin segera pulang. Tak perduli dinginnya malam mulai menggerogoti kesehatan anak sampai batuk dan bersin tak karuan.
Masuk tahun yang baru tak ada yang ingin menjaga kotanya agar kebersihannya tetap terjaga. Tak ada yang ingin memperbaiki cara berkendara dan knalpot sepeda motornya. Tak ada yang ingin lebih perduli lagi pada anak dan keluarga. Tidak ada yang ingin lebih menjalani hidup lebih sederhana dan rendah hati. Tidak ada yang ingin lebih berhati-hati dalam berbicara agar tidak menyinggung perasaan. Tidak ada yang mewartakan kebaikan tanpa ingin terlihat suci. Tidak ada yang menyadari kalau diri sendiri tidak lebih baik dari orang lain.
Terlalu mabuk dan terlalu senang untuk sadar di malam tahun baru.
Tuesday, December 31, 2013
Kaleidoscope 2013
Mustafa sudah melalui banyak hal di 2013 yang sudah akan berakhir ini. Tidak bermaksud sentimentil, tetapi bukankah semua kejadian harus dimaknai? ya sering gagal juga sih memaknainya, tapi oke lah tak mengapa, yang penting ada usaha. Selain memaknai, juga harus menjadikan setiap kejadian sebagai pembelajaran. Kali ini Mustafa akan secara acak melihat beberapa hal yang terjadi pada hidupnya selama satu tahun ini.
1. Hidup dengan orangtua bukanlah hal yang mudah.
2. Hidup tidak dengan orang tua juga bukan hal yang mudah, tetapi jauh lebih menyenangkan.
3. Pernikahan tidak perlu dipercayai, hanya perlu dijalani.
4. Homoseksualitas dapat menular.
5. Mustafa pikir dia adalah sahabat, ternyata hanya teman biasa. (bwahahahahahaaaa...)
6. Berkata jujur tanpa memicu pertengkaran itu sedikit sulit, tetapi lebih baik daripada bertengkar kerna berbohong.
7. Tidak semua pernikahan didasari dengan cinta. Bisa paksaan orangtua. Bisa paksaan kekasih. Bisa paksaan usia.
8. Mengadakan resepsi pernikahan menghabiskan banyak uang. Banyak sekali. Berbahagialah yang menikah hanya di gereja atau hanya di KUA saja.
9. Orangtua katanya ingin yang terbaik untuk anaknya, tetapi hanya orangtua juga menjadi sosok yang sok tau.
10. Tidak ada yang lebih mengenal dirimu selain dirimu sendiri.
11. Kebaikan akan menuai kebaikan.
12. Pencitraan adalah sampah yang membuat manusia jatuh pada keterpurukan.
13. Jarak antara kita dan orangtua cukup jauh, maka mereka tidak akan mengerti pada apa yang kita lakukan.
14. One night stand adalah hal yang sangat biasa.
15. Selingkuh dan diselingkuhi juga hal yang sangat biasa.
16. Orangtua yang pisah ranjang juga ternyata hal yang sangat biasa.
17. Apalagi orangtua yang sudah tidak saling mencintai tetapi masih hidup bersama, ternyata sangat biasa juga.
18. Musik Indonesia tidak semakin baik.
19. Film Indonesia juga tidak semakin baik.
20. Musik pop mancanegara selalu ada beat ajep-ajepnya.
21. Hidup dengan istri/suami adalah hal yang menyenangkan, tetapi banyak orang yang ndak paham.
22. Tuhan adalah hubungan antara pribadi kita dengan yang kita percayai. Agama adalah hubungan antara pribadi kita dengan tetangga. Gereja adalah balai pertemuan masyarakat.
23. Lalu lintas di Indonesia kacau balau karena mental masyarakatnya masih kacau balau. Kalau ndak mau kena macet, patuhi lalu lintas, dong!
24. Sepeda motor melaju kebut dengan knalpot berisik adalah norak. Sayangnya motor kaya begini banyak banget di kota kecil/pedesaan.
25. Keluarga inti adalah istri/suami mu dan anak-anakmu. Lainnya boleh ke laut aja.
26. Cantik, ganteng, jelek, cumak orang kegantengan/kecantikkan yang ngeliat.
27. "Ngeyel" adalah kata terakhir yang digunakan ketika sudah tidak ingin berdebat.
28. Menabung tidaklah menjadi hal yang mudah di tahun 2013. Susah banget.
29. Perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan. Tetapi jangan berharap banyak.
30.Ceritakan rencanamu pada pasanaganmu. Berhenti bersikap impulsif..
31. Jangan malas googling dan bukak kamus.
32. Aku bukan siapasiapa, jadi aku harus berhenti merasa penting. Diam saja dan lakukan apa yang ingin kamu lakukan.
1. Hidup dengan orangtua bukanlah hal yang mudah.
2. Hidup tidak dengan orang tua juga bukan hal yang mudah, tetapi jauh lebih menyenangkan.
3. Pernikahan tidak perlu dipercayai, hanya perlu dijalani.
4. Homoseksualitas dapat menular.
5. Mustafa pikir dia adalah sahabat, ternyata hanya teman biasa. (bwahahahahahaaaa...)
6. Berkata jujur tanpa memicu pertengkaran itu sedikit sulit, tetapi lebih baik daripada bertengkar kerna berbohong.
7. Tidak semua pernikahan didasari dengan cinta. Bisa paksaan orangtua. Bisa paksaan kekasih. Bisa paksaan usia.
8. Mengadakan resepsi pernikahan menghabiskan banyak uang. Banyak sekali. Berbahagialah yang menikah hanya di gereja atau hanya di KUA saja.
9. Orangtua katanya ingin yang terbaik untuk anaknya, tetapi hanya orangtua juga menjadi sosok yang sok tau.
10. Tidak ada yang lebih mengenal dirimu selain dirimu sendiri.
11. Kebaikan akan menuai kebaikan.
12. Pencitraan adalah sampah yang membuat manusia jatuh pada keterpurukan.
13. Jarak antara kita dan orangtua cukup jauh, maka mereka tidak akan mengerti pada apa yang kita lakukan.
14. One night stand adalah hal yang sangat biasa.
15. Selingkuh dan diselingkuhi juga hal yang sangat biasa.
16. Orangtua yang pisah ranjang juga ternyata hal yang sangat biasa.
17. Apalagi orangtua yang sudah tidak saling mencintai tetapi masih hidup bersama, ternyata sangat biasa juga.
18. Musik Indonesia tidak semakin baik.
19. Film Indonesia juga tidak semakin baik.
20. Musik pop mancanegara selalu ada beat ajep-ajepnya.
21. Hidup dengan istri/suami adalah hal yang menyenangkan, tetapi banyak orang yang ndak paham.
22. Tuhan adalah hubungan antara pribadi kita dengan yang kita percayai. Agama adalah hubungan antara pribadi kita dengan tetangga. Gereja adalah balai pertemuan masyarakat.
23. Lalu lintas di Indonesia kacau balau karena mental masyarakatnya masih kacau balau. Kalau ndak mau kena macet, patuhi lalu lintas, dong!
24. Sepeda motor melaju kebut dengan knalpot berisik adalah norak. Sayangnya motor kaya begini banyak banget di kota kecil/pedesaan.
25. Keluarga inti adalah istri/suami mu dan anak-anakmu. Lainnya boleh ke laut aja.
26. Cantik, ganteng, jelek, cumak orang kegantengan/kecantikkan yang ngeliat.
27. "Ngeyel" adalah kata terakhir yang digunakan ketika sudah tidak ingin berdebat.
28. Menabung tidaklah menjadi hal yang mudah di tahun 2013. Susah banget.
29. Perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan. Tetapi jangan berharap banyak.
30.Ceritakan rencanamu pada pasanaganmu. Berhenti bersikap impulsif..
31. Jangan malas googling dan bukak kamus.
32. Aku bukan siapasiapa, jadi aku harus berhenti merasa penting. Diam saja dan lakukan apa yang ingin kamu lakukan.
Monday, December 30, 2013
Resolusi 2014
Mustafa ndak pernah sih sebelumnya membuat resolusi. Bahkan arti sebenarnya dari resolusi sendiri juga entah apa. Tetapi tren akhir tahun adalah memiliki resolusi di tahun berikutnya. Lebih pada harapan apa yang yang ingin terjadi di tahun berikutnya. Kenapa sekarang ingin memiliki resolusi 2014? Ya karena sekarang Mustafa sudah memiliki istri, jadi Mustafa ingin mencapainya bersama Musdalifah. Apa aja yang ingin Mustafa gapai di 2014? Berikut pengakuan Mustafa.
1. Punya Pekerjaan yang lebih
Memang sifat dasar manusia sepertinya selalu menginginkan lebih, tak luput menjadi keinginan Mustafa juga. Mustafa ingin memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang lebih, dengan karir yang lebih bagus, dan dengan pembuktian kemampuan Mustafa yang katanya seabrek tapi ndak sadar. Kenapa ingin lebih? Ya supaya Musdalifah tidak perlu bekerja lagi, cukup dengan tidur-tiduran nonton tivi, sedikit memasak, dan aktif di sosial media namun semua kebutuhan tercukupi. Nantinya kalau sudah punya uang banyak, Mustafa dan Musdalifah bisa hidup dengan bunga bank tanpa perlu bekerja dan hanya melakukan aktifitas dan hobi yang mereka gemari. Ya tujuan ini akan terlaksana sangat lama mungkin, tapi jalan yang bisa ditempuh pertamatama ya punya pekerjaan yang lebih lagi. wooohooooo!
2. Punya Tabungan
Sejak kecil Mustafa dibiasakan menabung. Dibiasakan di sini bukan berarti Mustafa rajin menabung, dia hanya diajarkan konsep menabung oleh orangtuanya. Paham dengan ajaran itu, tetapi sulit untuk mengerjakannya. Mustafa masih suka lapar mata dan banyak pingin. Tetiba pengen sepatu, tetiba pengen baju, tetiba pengen makan mahal, tetiba pengen beli gadget, dan tetiba-tetiba yang lain. Nah, sekarang kondisinya Mustafa sudah memiliki istri berarti harus siap dengan banyak kemungkinan "tetiba" lain yang mungkin belum pernah dia bayangkan. Coba, tetiba rumah kontrakannya digusur dan harus nyewa rumah yang mahal lagi - kan berabe. Tetiba Musdalifah hamil - kan harus nyiapin dana bersalin juga. Tetiba kredit mobil - kalok ini rodo abot juga yaa. Nah, intinya tabungan itu untuk persiapan. Dan memiliki tabungan itu tidak semata-mata memiliki tabungan, tetapi juga menjadi disiplin, memiliki prioritas pengeluaran, memiliki pembukuan yang lebih ketat lagi, dan menjadi bijaksana. Aaaahahahahahhaaa..
3. Punya Usaha Kecil-kecilan (syukur kalok bisa jadi gede-gedean)
Mustafa tidak memiliki ide cemerlang, dan tidak tau bagaimana mengasah ide yang tidak cemerlangnya. Musdalifah menutupi kekurangannya di sini. Musdalifah memiliki ide cemerlang dan memiliki semangat yang harus terus dijaga apinya agar terus menyala. Nah, mereka berdua kini baru memulai usaha kecil-kecilan dan sepertinya menjanjikan, selama mereka berdua terus semangat mereka akan saling mendorong. Nah, usaha ini dilakukan dengan hati yang gembira, awalnya sudah bagus. tinggal bagaimana mereka meneruskan. Yang ingin Mustafa lakukan adalah terus menjalankan usaha ini dan membuatnya lebih serius lagi.
4. Hobi berkelanjutan
Mustafa ingin terus menulis dan membuat film. Sayang Mustafa kurang tekun dan telaten. Akan berhasil jika Mustafa didukung oleh istrinya terus menerus dan juga teman-temannya.
5. Jatuh Cinta
Mustafa ingin 2014 dia jatuh cinta terus dengan Musdalifah. Yang ini sih sepertinya tidak sulit ya. Kadang-kadang yo kalok lagi ribut gitu ya kesel jugak, tapi di masa keselnya itu, Mustafa ingin terus jatuh cinta.
6. Menghilangkan kekurangan di point 1,2,3,4
Kekurangan yang Mustafa miliki untuk mencapai point 1-4 ingin Mustafa hilangkan. aahahahahahahahahaaaa.
Kira-kira itu aja sih ya yang Mustafa ingin capai di 2014. Semoga semua yang membaca ini bisa membantu Mustafa untuk mencapainya. Selamat akhir tahun, dan tetap bersinar di 2014. hokyah!
1. Punya Pekerjaan yang lebih
Memang sifat dasar manusia sepertinya selalu menginginkan lebih, tak luput menjadi keinginan Mustafa juga. Mustafa ingin memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang lebih, dengan karir yang lebih bagus, dan dengan pembuktian kemampuan Mustafa yang katanya seabrek tapi ndak sadar. Kenapa ingin lebih? Ya supaya Musdalifah tidak perlu bekerja lagi, cukup dengan tidur-tiduran nonton tivi, sedikit memasak, dan aktif di sosial media namun semua kebutuhan tercukupi. Nantinya kalau sudah punya uang banyak, Mustafa dan Musdalifah bisa hidup dengan bunga bank tanpa perlu bekerja dan hanya melakukan aktifitas dan hobi yang mereka gemari. Ya tujuan ini akan terlaksana sangat lama mungkin, tapi jalan yang bisa ditempuh pertamatama ya punya pekerjaan yang lebih lagi. wooohooooo!
2. Punya Tabungan
Sejak kecil Mustafa dibiasakan menabung. Dibiasakan di sini bukan berarti Mustafa rajin menabung, dia hanya diajarkan konsep menabung oleh orangtuanya. Paham dengan ajaran itu, tetapi sulit untuk mengerjakannya. Mustafa masih suka lapar mata dan banyak pingin. Tetiba pengen sepatu, tetiba pengen baju, tetiba pengen makan mahal, tetiba pengen beli gadget, dan tetiba-tetiba yang lain. Nah, sekarang kondisinya Mustafa sudah memiliki istri berarti harus siap dengan banyak kemungkinan "tetiba" lain yang mungkin belum pernah dia bayangkan. Coba, tetiba rumah kontrakannya digusur dan harus nyewa rumah yang mahal lagi - kan berabe. Tetiba Musdalifah hamil - kan harus nyiapin dana bersalin juga. Tetiba kredit mobil - kalok ini rodo abot juga yaa. Nah, intinya tabungan itu untuk persiapan. Dan memiliki tabungan itu tidak semata-mata memiliki tabungan, tetapi juga menjadi disiplin, memiliki prioritas pengeluaran, memiliki pembukuan yang lebih ketat lagi, dan menjadi bijaksana. Aaaahahahahahhaaa..
3. Punya Usaha Kecil-kecilan (syukur kalok bisa jadi gede-gedean)
Mustafa tidak memiliki ide cemerlang, dan tidak tau bagaimana mengasah ide yang tidak cemerlangnya. Musdalifah menutupi kekurangannya di sini. Musdalifah memiliki ide cemerlang dan memiliki semangat yang harus terus dijaga apinya agar terus menyala. Nah, mereka berdua kini baru memulai usaha kecil-kecilan dan sepertinya menjanjikan, selama mereka berdua terus semangat mereka akan saling mendorong. Nah, usaha ini dilakukan dengan hati yang gembira, awalnya sudah bagus. tinggal bagaimana mereka meneruskan. Yang ingin Mustafa lakukan adalah terus menjalankan usaha ini dan membuatnya lebih serius lagi.
4. Hobi berkelanjutan
Mustafa ingin terus menulis dan membuat film. Sayang Mustafa kurang tekun dan telaten. Akan berhasil jika Mustafa didukung oleh istrinya terus menerus dan juga teman-temannya.
5. Jatuh Cinta
Mustafa ingin 2014 dia jatuh cinta terus dengan Musdalifah. Yang ini sih sepertinya tidak sulit ya. Kadang-kadang yo kalok lagi ribut gitu ya kesel jugak, tapi di masa keselnya itu, Mustafa ingin terus jatuh cinta.
6. Menghilangkan kekurangan di point 1,2,3,4
Kekurangan yang Mustafa miliki untuk mencapai point 1-4 ingin Mustafa hilangkan. aahahahahahahahahaaaa.
Kira-kira itu aja sih ya yang Mustafa ingin capai di 2014. Semoga semua yang membaca ini bisa membantu Mustafa untuk mencapainya. Selamat akhir tahun, dan tetap bersinar di 2014. hokyah!
Thursday, November 21, 2013
Pad Thai Tahun Lalu
Satu tahun yang lalu, 21 November 2012, Mustafa meminang Musdalifah di sebuah warung makan a la Thailand. Tidak ada yang spesial memang dari tempat itu, tempatnya juga ndak apik, tapi Pad Thai ayamnya enak. Kalau tempatnya ndak apik kenapa Mustafa meminang Musdalifah di sana? lah emang napa?
Jadi ceritanya saat itu Musdalifah sibuk banget, kalok kerja dari pagi sampek malam, jadi kalau Mustafa mengajaknya pergi malam hari ndak bisa, apalagi Musdalifah kan gadis baik-baik, jadi ndak cucok kalok keluyuran malam tidak dengan suami, tapi ya bukan berarti kalau keluyurannya sama suami orang lain boleh, loh, ya. Makanya Mustafa membawa Musdalifah di sela jeda makan siang. dan seperti biasa kebingungan mau makan di mana, akhirnya yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan kantor Musdalifah, ya resto thailand itu.
Itu sudah kali ketiganya Mustafa menculik Musdalifah di saat jeda makan siang, selalu saja ada yang mereka bicarakan, dan di kali ketiga, Mustafa membawa topik pembicaraan baru. Pernikahan. Bwahhh, berdebar lah hati Mustafa saat menjemput musdalifah. Bagaimana tidak tidak lah mudah membuat seorang Musdalifah mau menikahi seseorang, apalagi saat itu Mustafa tidak memiliki apa-apa, bahkan pekerjaan pun tidak. Ahhh, peduli setan, yang penting bisa serumah bareng, masalah kerjaan ntar aja dipikirkan (tidak disarankan untuk pemula yang ingin menikah tanpa pekerjaan).
Setelah memesan Pad Thai dan es teh, sambil mulut penuh makanan, Mustafa langsung mengajak Musdalifah untuk segera menikah. Ahhhh....Musdalifah pun keselek es teh. Ya dengan Pad Thai yang berhamburan keluar dan Es teh yang akhirnya tertelan dengan susah payah, Musdalifah pun menuruti keinginan Mustafa untuk menikah. Yaaa.... begitulah.
Mustafa memang membayangkan hidup dengan Musdalifah akan bahagia, karena seumuran jadi bisa dengan mudah memahami dan mengerti. Tidak ada bayangan untuk berkelahi dan berdebat besar. Mustafa pun juga tidak memiliki bayangan apa yang dipertengkarkan oleh suami dan istri, karena Mustafa tak pernah menemui pertengkaran hebat orangtuanya. Jadi bayangan Mustafa ya bahagia-bahagia aja. Aaahahahaha...Walaupun ternyata banyak yang menjadi pergumulan di dunia rumah tangga, Mustafa tetap bahagia akhirnya sudah menikah dengan Mudalifah.
Satu tahun yang lalu Mustafa membayangkan hidup bahagia bersama Musdalifah, dan sekarang, satu tahun kemudian, bayangan itu terwujud.
Ahhhh, senangnya....lalalalala...
Jadi ceritanya saat itu Musdalifah sibuk banget, kalok kerja dari pagi sampek malam, jadi kalau Mustafa mengajaknya pergi malam hari ndak bisa, apalagi Musdalifah kan gadis baik-baik, jadi ndak cucok kalok keluyuran malam tidak dengan suami, tapi ya bukan berarti kalau keluyurannya sama suami orang lain boleh, loh, ya. Makanya Mustafa membawa Musdalifah di sela jeda makan siang. dan seperti biasa kebingungan mau makan di mana, akhirnya yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan kantor Musdalifah, ya resto thailand itu.
Itu sudah kali ketiganya Mustafa menculik Musdalifah di saat jeda makan siang, selalu saja ada yang mereka bicarakan, dan di kali ketiga, Mustafa membawa topik pembicaraan baru. Pernikahan. Bwahhh, berdebar lah hati Mustafa saat menjemput musdalifah. Bagaimana tidak tidak lah mudah membuat seorang Musdalifah mau menikahi seseorang, apalagi saat itu Mustafa tidak memiliki apa-apa, bahkan pekerjaan pun tidak. Ahhh, peduli setan, yang penting bisa serumah bareng, masalah kerjaan ntar aja dipikirkan (tidak disarankan untuk pemula yang ingin menikah tanpa pekerjaan).
Setelah memesan Pad Thai dan es teh, sambil mulut penuh makanan, Mustafa langsung mengajak Musdalifah untuk segera menikah. Ahhhh....Musdalifah pun keselek es teh. Ya dengan Pad Thai yang berhamburan keluar dan Es teh yang akhirnya tertelan dengan susah payah, Musdalifah pun menuruti keinginan Mustafa untuk menikah. Yaaa.... begitulah.
Mustafa memang membayangkan hidup dengan Musdalifah akan bahagia, karena seumuran jadi bisa dengan mudah memahami dan mengerti. Tidak ada bayangan untuk berkelahi dan berdebat besar. Mustafa pun juga tidak memiliki bayangan apa yang dipertengkarkan oleh suami dan istri, karena Mustafa tak pernah menemui pertengkaran hebat orangtuanya. Jadi bayangan Mustafa ya bahagia-bahagia aja. Aaahahahaha...Walaupun ternyata banyak yang menjadi pergumulan di dunia rumah tangga, Mustafa tetap bahagia akhirnya sudah menikah dengan Mudalifah.
Satu tahun yang lalu Mustafa membayangkan hidup bahagia bersama Musdalifah, dan sekarang, satu tahun kemudian, bayangan itu terwujud.
Ahhhh, senangnya....lalalalala...
Monday, October 21, 2013
Take Right
Mustafa mungkin jenis orang yang tidak memiliki gairah berlimpah. Mustafa adalah orang yang biasabiasa saja. Karena menurutnya apa yang terjadi di dunia ini ya memang sudah seharusnya terjadi dan apa yang tidak terjadi di dunia ini ya karena memang tidak seharusnya terjadi. Mustafa terlihat pasrah dan mungkin mati pun tidak mengubah banyak hal.
Tidak banyak hal yang membuatnya puas. Apalagi menjadi benar. Mustafa tidak tertarik untuk menjadi benar. Karena menjadi benar berarti harus menjaga kebenarannya itu. Jangan sampai rusak. Dan itu adalah sebuah tanggung jawab yang besar karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi keesokan harinya. Banyak orang yang berusaha keras untuk menjadi benar. Tetapi benar itu menurut standar siapa? Kalau sudah benar terus ngapa?
Tidak perlu menjadi benar, selama Mustafa melakukan apa yang diyakininya dan memiliki hati yang cukup besar untuk mengakui kesalahan, maka hidup akan baik-baik saja.
Tidak banyak hal yang membuatnya puas. Apalagi menjadi benar. Mustafa tidak tertarik untuk menjadi benar. Karena menjadi benar berarti harus menjaga kebenarannya itu. Jangan sampai rusak. Dan itu adalah sebuah tanggung jawab yang besar karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi keesokan harinya. Banyak orang yang berusaha keras untuk menjadi benar. Tetapi benar itu menurut standar siapa? Kalau sudah benar terus ngapa?
Tidak perlu menjadi benar, selama Mustafa melakukan apa yang diyakininya dan memiliki hati yang cukup besar untuk mengakui kesalahan, maka hidup akan baik-baik saja.
Subscribe to:
Posts (Atom)