Sunday, July 6, 2014

Start at 29

Yang membuat saya sedikit terheran-heran adalah kebiasaan yang ada di kehidupan istri saya tentang perayaan. Semua-semua tampak dirayakan. Ulang tahun keponakan yang masi berumur 4 tahun pun mengundang sodara-sodara lain yang berjauhan, 4 jam perjalan dilalui untuk keponakan ini. Eyang yang sedang bertandang membuat paman dan bibi berdatangan dari luar kota. Dan sekarang saya sudah terbiasa.

KEHANGATAN
Kali ini istri saya berusia 29 tahun. Kami memasak bersama maksud hati untuk keluarga inti saja, begitu ada satu saudara yang dengar, semua menjadi gegap gempita. Porsi ditambahkan, rumah dibersihkan, durasi memasak diperhitungkan, sampai ucapan pun kami persiapkan. Saya membayangkan perasaan istri saya yang bahagia karena mendapatkan perhatian dari seluruh orang terdekat - orang yang tak terlalu dekat - sampai orang yang hanya sekedar "friend" di Facebook hanya untuk kepentingan 'stalking'.

Ya ini adalah keluarga kecil yang hangat, yang semuasemua bisa diceritakan, yang kesukaan dan tidak kesukaan bisa tersampaikan tanpa keraguan. Mulai dari membicarakan tetangga, eksistensialisme, konsep bisnis keluarga, sampai tentang sex dan agama yang masih sering dianggap tabu bagi keluarga-keluarga hangat Indonesia pada umumnya. Dan keluarga ini menampar saya. Hanya beberapa saat setelah masuk dalam keluarga istri saya, saya sudah merasa cemburu karena membuat saya melihat bahwa selama saya hidup saya tidak memiliki keluarga - selain beberapa teman dekat.

Istri saya karena terbiasa di dalam keluarganya menyampaikan sesuatu secara gamblang membuat saya yang penuh basabasi ini terkejut bukan kepalang. Adu mulut beberapa kali terjadi. Pesan tersampaikan dengan hati penuh luka. Kami berdua merasa bersalah. Pada saat yang bersamaan kami merasa ada yang perlu ditahan sedikit. Kami yang merasa muda selalu menggebu-gebu dalam menyampaikan dan menerima sesuatu, dan kami perlu sadar diri.

RESOLUSI
Akhirnya, tadi malam istri saya memiliki resolusi untuk lebih bisa menahan diri, mengontrol emosi, dan banyak berfikir sebelum mengutarakan sesuatunya. Jangan salah, bukan berarti saya tidak memiliki resolusi, hanya saja ini kebetulan adalah hari ulang Stella Amirta, maka dia yang memiliki resolusi, dan saya sudah sadar diri untuk berusaha mengimbangi istri saya.

Ketika istri saya terlalu gamblang dan ceplasceplos dalam menyampaikan sesuatu, maka dia akan berusaha menahan diri dan banyak berfikir sebelum mengutarakan pendapatnya. Saya yang tidak terbiasa mengutarakan sesuatu dengan gamblang namun penuh basa-basi pun berusaha mengimbangi istri saya penuh harap untuk bertemu di tengah-tengah.

Kenapa saya seperti punya resolusi juga padahal saya berulang tahun bulan lalu? Ya seperti yang kami percayai tentang alam semesta. Jika kami menginginkan sesuatu dan alam semesta tidak mendukung, maka kami sudah dipastikan tidak akan mendapatkannya. Atau yang kami dapatkan bukanlah yang terbaik karena artinya itu dipaksakan. Maka ketika istri saya memiliki resolusi, saya merasa perlu untuk mendukungnya dengan tidak menjadi egois, dengan imbalan istri saya mendapatkan yang terbaik dan (ini sedikit klise) kami berdua pun menjadi keluarga kecil yang hangat.

CHAIN REACTION
Karena istri saya bukanlah seorang pasangan yang memiliki sikap terlalu serius, tentu saja memiliki resolusi lain - langsing. Nah, menurut pengakuannya, menjadi langsing adalah resolusi yang selalu berulang setiap tahunnya dan selalu gagal, maka dia sedikit memodifikasi resolusi yang satu ini. Sekarang dia hanya ingin memiliki niat untuk berolahraga yang besar.

Secara vulgar, saya bukanlah penggemar tubuh langsing, saya senang jika istri saya memiliki tubuh padat berisi, karena memegang tubuh berisi adalah kebahagiaan yang tak terbeli. Maka sudah tentu jika istri saya sekali lagi memiliki resolusi bertubuh langsing pasti akan saya gagalkan. Saya ingin menuluskan niat istri saya untuk berolahraga. Kami sepakat untuk menabung membeli sepeda kembar yang mahal (kami suka barang mahal) untuk mendukung resolusi istri saya yang ini.

Benar jika dibilang niat dimulai dengan diri sendiri memiliki keinginan yang kuat, akan lebih benar lagi jika niatnya didukung dengan niat orang terdekatnya (saya, sebagai suami tentunya, yang menjadi terdengar posesif). Maka saya ingin agar istri saya tidak menjadi sosok yang menilai dirinya terlalu tinggi. Saya ingin istri saya di usia 29 lebih bisa menerima kehadiran banyak orang dengan sifat yang juga berbeda dengan dirinya. Intinya pada penerimaan.

Saya berpikir apabila istri saya bisa menerima banyak orang, berusaha memahami banyak orang, maka dia pun akan lebih diterima dan dipahami banyak orang juga. Logikanya seperti ini, semakin banyak kamu diterima seseorang, maka semakin banyak pula orang yang mendukung kamu untuk mendapatkan apa yang ingin kamu capai. Resolusi kamu pasti akan tercapai kali ini. Karena ini seperti reaksi berantai yang membuat seseorang memperlakukan orang lain seperti orang lain memperlakukan sesama. Halleluya!

HARAPAN
Maksud hati ingin mengatakan doa, tetapi saya lebih nyaman dengan kata 'harapan'. Harapan saya untuk istri saya di 29 adalah agar dia menjadi wanita yang semakin kuat dengan hati merakyat tanpa merasa sedih dan tersakiti (mungkin kalimat saya terdengar seperti harapan Cawapres).

Istri saya adalah sosok yang saya kagumi karena dia adalah pribadi yang kuat dan mandiri. Mampu menghadapi banyak cobaan dalam hidupnya walaupun kadang cara dia mengahadapinya sedikit aneh. Tetapi ini yang saya kagumi dan saya banggakan.

Ketika sudah menjadi kuat, maka dia harus tetap menjaga kepalanya tidak 'mendangak' dan tetap 'rendah'. Maksudnya tidak sombong dan angkuh atas kekuatan dan nilai lebih yang dimilikinya. Tetap santai dan biasa, tetapi terlihat kuat.

Kadang juga dia sering merasa sedih atas apa yang sudah terlanjur dia lakukan. Saya sih tidak masalah dengan apa yang dia lakukan, saya merasa sedikit terganggu saja ketika dia merasa menyesal. Apa yang sudah terjadi biarlah terjadi, kamu merasa benar, itu yang harus kamu percayai.
Jadi, untuk istri aku di usia 29,
"Stay strong and keep it low. You are my precious Sunshine in all weathers - day and night."

Tuesday, January 7, 2014

Heartbreak

Mustafa mencoba berpikir ulang dan mengingat apa sih yang dimaksud dengan patah hati. Kenapa sih orang-orang bisa patah hati? Bukannya kalo hati kita patah, ya langsung mati ya?

Setelah merenung, apa yang bikin patah hati menurut Mustafa adalah ketidakmampuan merubah keadaan. Jadi seperti ketika kita ndak punya kuasa dan kendali pada apa yang terjadi, di situlah patah hati. Karena masing-masing kita memiliki bayangan idealnya sendiri, dan itu akan membuat kita terus mengejar apa yang sesuai dengan yang kita bayangkan. Kalau tidak tercapai ya sudah, paling tidak kita sudah berusaha. Lalu, patah hatinya dimana? Patah hatinya adalah ketika kita sadar kalau kita gagal menggapai bayangan idealnya sudah di luar usaha kita. Semisal nih, contoh paling gampang, si cowok naksir berat sama si cewek, jatuh cinta dah pokoknya, dikejar terus si cewek ini, ya namanya juga usaha yaaaa...eh, tau-tau si cewek ini pas lagi maen ke mall sama temen ceweknya malah keambrukan pohon natal, dipanggil tuhan, alias matik. Patah hati lah si cowok. Ya, panggilan Tuhan itu adalah sesuatu yang tidak bisa kita usahakan lagi.

Jadi ya sesuatu keadaan yang tidak mampu kita ubah dan kita kejar akan membuat patah hati. Ini yang membuat sesuatu terasa tidak adil. yang membuat hidup tidak adil. Kalo nyambung cerita yang tadi, misalnya lagi nih ya, si cowok ini udah habis-habisan ngirimin si cewek ini rangkaian bunga setiap hari, eh, malah si cewek matik, kan ya si cowok merasa ndak adil. Usaha yang besar loh menghabiskan tabungan untuk mengirimkan karangan bunga buat cewek pujaan, eh, kok malah matik ketibanan pohon natal di mall, mana ke mallnya ndak sama dia lagi. Kan jadinya malah ditinggal matik atas dasar keinginan Tuhan, bukan keinginan si cowok, bukan keinginan si cewek. Kan ndak adil banget tuh.

Kalo uda ngerasa ndak adil gitu biasanya bersikap menyalahkan diri sendiri. Si cowok ini setelah tau kalo si cewek matinya ketibanan pohon natal dia langsung sedih. Tau gitu si cewek disuruh pakek helm pas di mall. Tau gitu si cewe disuruh ndak usah ke mall, tapi ke pasar aja. Tau gitu si cewe kalo ngotot pengen ke mall, disuru di parkiran aja, ndak usah ke dalem. Ya gitu gitu deh. Ya ini jadi salah si cowok, kerna ndak ngingetin si cewek. Padahal ya bukan salah mereka. Padahal ya emang udah dipanggil aja. Nah, siapa yang manggil?

Ya gitu dah, kayaknya itu yang berhubungan dengan patah hati. Ndak semata-mata diputusin pacar terus patah hati, bo'ong ituh. Diputusin pacar lalu patah hati dan ingin bunuh diri itu hanya ada di sinetron dan di koran pedesaan. Kalok diputusin pacar itu namanya "belum jodohnya".

Thursday, January 2, 2014

Mertua

Mereka bilang kalau tidak ada mertua yang bisa membuat seorang nyaman. Mustafa sih tidak setuju dengan apa yang mereka bilang, sampai beberapa waktu lalu Mustafa sempat khilaf dengan tidak menyukai mertuanya sendiri. Bukan kebiasaaan Mustafa untuk tidak menyukai orang lain, karena mustafa selalu beranggapan kalau masing-masing pribadi itu berbeda dan berhak memiliki cara hidup dan cara berpikir sendiri.

Mustafa merasa mertuanya tidak hidup dengan benar, tidak saling mencintai pasanganya dengan benar, tidak mencintai anaknya dengan benar lagi. Mustafa merasa perilaku mertuanya itu akan memberikan contoh yang buruk bagi Mustafa dan Musdalifah. Ya walaupun Mustafa dan Musdalifah yakin akan hidup dengan cara mereka sendiri, tapi yakin mereka akan tetap memberi pengaruh bagi keluarga Mustafa.

Mertua Mustafa dikagumi karena gaya hidup "rebellious" mereka yang tidak mau perduli dengan pandangan masyarakat pada umumnya. Selama jalan yang mereka tempuh dirasa nyaman, ya kenapa ndak dijalani. Kemudian Mustafa merasa seperti "rebellious"nya itu ternyata tidak selesai, ada kesan tanggung yang Mustafa tangkap dari mereka. Mertua menganut kebebasan berfikir dan berpendapat, hanya saja terkadang mereka tidak mau lagi mendengar pendapat dan menghentikan debat kusir yang berarti tidak mau lagi mendengar karena itu hanya debat kosong. Tidak lagi melihat dari banyak sudut pandang.

Eh, tapiii...

Artinya Mustafa kalau ngomelngomel kaya begini kan Mustafa juga tidak melihat dari sudut pandang yang lain, ya. Mustafa juga harusnya melihat kalau mertua Mustafa itu sudah dengan sangat baiknya mendidik Musdalifah menjadi wanita yang dicintai dan mencintai Mustafa. Mendidik Musdalifah menjadi pribadi yang anggun, tegas, dan berani. Membesarkan Musdalifah menjadi pribadi yang menyenangkan dan sering tertawa.

Ketika Mustafa merasa mertua luput untuk mendengarkan, ya Mustafa harus berpikir kalau mereka sedang tidak ingin diganggu. Mustafa harus bisa memahami kalau mertua juga manusia yang kadang memiliki rasa lelah menjadi diri sendiri. Ketika Mustafa merasa mertua menjadi sosok yang "annoying", Mustafa harus bisa melihat segala kebaikan yang telah dilakukan oleh mertua, tidak hanya melihat sisi buruknya saja. Nah, di sini Mustafa merasa khilaf dengan sempat tidak menyukai mertua.

Kalau ingin merasa nyaman dengan mertua (atau orang lain) ya rangkullah mereka. Jangan berharap banyak untuk mereka merangkul terlebih dahulu. Bersikaplah aktif dan berhenti berharap, karena dengan berharap artinya harus siap dengan sakit hati ketika harapan itu tidak sesuai dengan keinginan kita.

Maaf ya mama mertua dan papa mertua, Mustafa khilaf.

Wednesday, January 1, 2014

Happy New Year

"There is no a lower form of Human Life." - downset.-

Tahun baru adalah pergantian tahun. Sudah menjadi tradisi untuk dirayakan secara besar-besaran. Entah tradisi entah pula momen yang sangat dibesar-besarkan. Perayaan tahun baru adalah membakar kembang api yang harganya luar biasa tinggi dan juga entah untuk apa. Belanja banyak dan makan banyak tetapi tetap tidak bisa habis bis bis bis. Keluar dan melek semalaman dan meninggalkan sampah di seluruh kota tanpa mau membersihkan. Sisa perayaan adalah sesuatu yang tidak diperdulikan lagi dan sudah bukan tanggung jawab yang merayakan.

Malam tahun baru adalah hujan yang tidak pernah tertebak pukul berapa akan turun. Macet yang berkepanjangan dan pengendara desa yang tidak perduli dengan arus lalu lintas selama mereka bisa melihat kembang api. Berkendara sangat kencang atau sangat lambat dengan klakson yang dinyalakan terus dan knalpot yang bising. Dimana kembang api untuk sesaat lebih indah daripada anak kita yang sudah mengantuk dan ingin segera pulang. Tak perduli dinginnya malam mulai menggerogoti kesehatan anak sampai batuk dan bersin tak karuan.

Masuk tahun yang baru tak ada yang ingin menjaga kotanya agar kebersihannya tetap terjaga. Tak ada yang ingin memperbaiki cara berkendara dan knalpot sepeda motornya. Tak ada yang ingin lebih perduli lagi pada anak dan keluarga. Tidak ada yang ingin lebih menjalani hidup lebih sederhana dan rendah hati. Tidak ada yang ingin lebih berhati-hati dalam berbicara agar tidak menyinggung perasaan. Tidak ada yang mewartakan kebaikan tanpa ingin terlihat suci. Tidak ada yang menyadari kalau diri sendiri tidak lebih baik dari orang lain.

Terlalu mabuk dan terlalu senang untuk sadar di malam tahun baru.


Tuesday, December 31, 2013

Kaleidoscope 2013

Mustafa sudah melalui banyak hal di 2013 yang sudah akan berakhir ini. Tidak bermaksud sentimentil, tetapi bukankah semua kejadian harus dimaknai? ya sering gagal juga sih memaknainya, tapi oke lah tak mengapa, yang penting ada usaha. Selain memaknai, juga harus menjadikan setiap kejadian sebagai pembelajaran. Kali ini Mustafa akan secara acak melihat beberapa hal yang terjadi pada hidupnya selama satu tahun ini.

1. Hidup dengan orangtua bukanlah hal yang mudah.
2. Hidup tidak dengan orang tua juga bukan hal yang mudah, tetapi jauh lebih menyenangkan.
3. Pernikahan tidak perlu dipercayai, hanya perlu dijalani.
4. Homoseksualitas dapat menular.
5. Mustafa pikir dia adalah sahabat, ternyata hanya teman biasa. (bwahahahahahaaaa...)
6. Berkata jujur tanpa memicu pertengkaran itu sedikit sulit, tetapi lebih baik daripada bertengkar kerna berbohong.
7. Tidak semua pernikahan didasari dengan cinta. Bisa paksaan orangtua. Bisa paksaan kekasih. Bisa paksaan usia.
8. Mengadakan resepsi pernikahan menghabiskan banyak uang. Banyak sekali. Berbahagialah yang menikah hanya di gereja atau hanya di KUA saja.
9. Orangtua katanya ingin yang terbaik untuk anaknya, tetapi hanya orangtua juga menjadi sosok yang sok tau.
10. Tidak ada yang lebih mengenal dirimu selain dirimu sendiri.
11. Kebaikan akan menuai kebaikan.
12. Pencitraan adalah sampah yang membuat manusia jatuh pada keterpurukan.
13. Jarak antara kita dan orangtua cukup jauh, maka mereka tidak akan mengerti pada apa yang kita lakukan.
14. One night stand adalah hal yang sangat biasa.
15. Selingkuh dan diselingkuhi juga hal yang sangat biasa.
16. Orangtua yang pisah ranjang juga ternyata hal yang sangat biasa.
17. Apalagi orangtua yang sudah tidak saling mencintai tetapi masih hidup bersama, ternyata sangat biasa juga.
18. Musik Indonesia tidak semakin baik.
19. Film Indonesia juga tidak semakin baik.
20. Musik pop mancanegara selalu ada beat ajep-ajepnya.
21. Hidup dengan istri/suami adalah hal yang menyenangkan, tetapi banyak orang yang ndak paham.
22. Tuhan adalah hubungan antara pribadi kita dengan yang kita percayai. Agama adalah hubungan antara pribadi kita dengan tetangga. Gereja adalah balai pertemuan masyarakat.
23. Lalu lintas di Indonesia kacau balau karena mental masyarakatnya masih kacau balau. Kalau ndak mau kena macet, patuhi lalu lintas, dong!
24. Sepeda motor melaju kebut dengan knalpot berisik adalah norak. Sayangnya motor kaya begini banyak banget di kota kecil/pedesaan.
25. Keluarga inti adalah istri/suami mu dan anak-anakmu. Lainnya boleh ke laut aja.
26. Cantik, ganteng, jelek, cumak orang kegantengan/kecantikkan yang ngeliat.
27. "Ngeyel" adalah kata terakhir yang digunakan ketika sudah tidak ingin berdebat.
28. Menabung tidaklah menjadi hal yang mudah di tahun 2013. Susah banget.
29. Perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan. Tetapi jangan berharap banyak.
30.Ceritakan rencanamu pada pasanaganmu. Berhenti bersikap impulsif..
31. Jangan malas googling dan bukak kamus.
32. Aku bukan siapasiapa, jadi aku harus berhenti merasa penting. Diam saja dan lakukan apa yang ingin kamu lakukan.

Monday, December 30, 2013

Resolusi 2014

Mustafa ndak pernah sih sebelumnya membuat resolusi. Bahkan arti sebenarnya dari resolusi sendiri juga entah apa. Tetapi tren akhir tahun adalah memiliki resolusi di tahun berikutnya. Lebih pada harapan apa yang yang ingin terjadi di tahun berikutnya. Kenapa sekarang ingin memiliki resolusi 2014? Ya karena sekarang Mustafa sudah memiliki istri, jadi Mustafa ingin mencapainya bersama Musdalifah. Apa aja yang ingin Mustafa gapai di 2014? Berikut pengakuan Mustafa.

1. Punya Pekerjaan yang lebih
Memang sifat dasar manusia sepertinya selalu menginginkan lebih, tak luput menjadi keinginan Mustafa juga. Mustafa ingin memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang lebih, dengan karir yang lebih bagus, dan dengan pembuktian kemampuan Mustafa yang katanya seabrek tapi ndak sadar. Kenapa ingin lebih? Ya supaya Musdalifah tidak perlu bekerja lagi, cukup dengan tidur-tiduran nonton tivi, sedikit memasak, dan aktif di sosial media namun semua kebutuhan tercukupi. Nantinya kalau sudah punya uang banyak, Mustafa dan Musdalifah bisa hidup dengan bunga bank tanpa perlu bekerja dan hanya melakukan aktifitas dan hobi yang mereka gemari. Ya tujuan ini akan terlaksana sangat lama mungkin, tapi jalan yang bisa ditempuh pertamatama ya punya pekerjaan yang lebih lagi. wooohooooo!

2. Punya Tabungan
Sejak kecil Mustafa dibiasakan menabung. Dibiasakan di sini bukan berarti Mustafa rajin menabung, dia hanya diajarkan konsep menabung oleh orangtuanya. Paham dengan ajaran itu, tetapi sulit untuk mengerjakannya. Mustafa masih suka lapar mata dan banyak pingin. Tetiba pengen sepatu, tetiba pengen baju, tetiba pengen makan mahal, tetiba pengen beli gadget, dan tetiba-tetiba yang lain. Nah, sekarang kondisinya Mustafa sudah memiliki istri berarti harus siap dengan banyak kemungkinan "tetiba" lain yang mungkin belum pernah dia bayangkan. Coba, tetiba rumah kontrakannya digusur dan harus nyewa rumah yang mahal lagi - kan berabe. Tetiba Musdalifah hamil - kan harus nyiapin dana bersalin juga. Tetiba kredit mobil - kalok ini rodo abot juga yaa. Nah, intinya tabungan itu untuk persiapan. Dan memiliki tabungan itu tidak semata-mata memiliki tabungan, tetapi juga menjadi disiplin, memiliki prioritas pengeluaran, memiliki pembukuan yang lebih ketat lagi, dan menjadi bijaksana. Aaaahahahahahhaaa..

3. Punya Usaha Kecil-kecilan (syukur kalok bisa jadi gede-gedean)
Mustafa tidak memiliki ide cemerlang, dan tidak tau bagaimana mengasah ide yang tidak cemerlangnya. Musdalifah menutupi kekurangannya di sini. Musdalifah memiliki ide cemerlang dan memiliki semangat yang harus terus dijaga apinya agar terus menyala. Nah, mereka berdua kini baru memulai usaha kecil-kecilan dan sepertinya menjanjikan, selama mereka berdua terus semangat mereka akan saling mendorong. Nah, usaha ini dilakukan dengan hati yang gembira, awalnya sudah bagus. tinggal bagaimana mereka meneruskan. Yang ingin Mustafa lakukan adalah terus menjalankan usaha ini dan membuatnya lebih serius lagi.

4. Hobi berkelanjutan
Mustafa ingin terus menulis dan membuat film. Sayang Mustafa kurang tekun dan telaten. Akan berhasil jika Mustafa didukung oleh istrinya terus menerus dan juga teman-temannya.

5. Jatuh Cinta
Mustafa ingin 2014 dia jatuh cinta terus dengan Musdalifah. Yang ini sih sepertinya tidak sulit ya. Kadang-kadang yo kalok lagi ribut gitu ya kesel jugak, tapi di masa keselnya itu, Mustafa ingin terus jatuh cinta.

6. Menghilangkan kekurangan di point 1,2,3,4
Kekurangan yang Mustafa miliki untuk mencapai point 1-4 ingin Mustafa hilangkan. aahahahahahahahahaaaa.

Kira-kira itu aja sih ya yang Mustafa ingin capai di 2014. Semoga semua yang membaca ini bisa membantu Mustafa untuk mencapainya. Selamat akhir tahun, dan tetap bersinar di 2014. hokyah!

Thursday, November 21, 2013

Pad Thai Tahun Lalu

Satu tahun yang lalu, 21 November 2012, Mustafa meminang Musdalifah di sebuah warung makan a la Thailand. Tidak ada yang spesial memang dari tempat itu, tempatnya juga ndak apik, tapi Pad Thai ayamnya enak. Kalau tempatnya ndak apik kenapa Mustafa meminang Musdalifah di sana? lah emang napa?

Jadi ceritanya saat itu Musdalifah sibuk banget, kalok kerja dari pagi sampek malam, jadi kalau Mustafa mengajaknya pergi malam hari ndak bisa, apalagi Musdalifah kan gadis baik-baik, jadi ndak cucok kalok keluyuran malam tidak dengan suami, tapi ya bukan berarti kalau keluyurannya sama suami orang lain boleh, loh, ya. Makanya Mustafa membawa Musdalifah di sela jeda makan siang. dan seperti biasa kebingungan mau makan di mana, akhirnya yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan kantor Musdalifah, ya resto thailand itu.

Itu sudah kali ketiganya Mustafa menculik Musdalifah di saat jeda makan siang, selalu saja ada yang mereka bicarakan, dan di kali ketiga, Mustafa membawa topik pembicaraan baru. Pernikahan. Bwahhh, berdebar lah hati Mustafa saat menjemput musdalifah. Bagaimana tidak tidak lah mudah membuat seorang Musdalifah mau menikahi seseorang, apalagi saat itu Mustafa tidak memiliki apa-apa, bahkan pekerjaan pun tidak. Ahhh, peduli setan, yang penting bisa serumah bareng, masalah kerjaan ntar aja dipikirkan (tidak disarankan untuk pemula yang ingin menikah tanpa pekerjaan).

Setelah memesan Pad Thai dan es teh, sambil mulut penuh makanan, Mustafa langsung mengajak Musdalifah untuk segera menikah. Ahhhh....Musdalifah pun keselek es teh. Ya dengan Pad Thai yang berhamburan keluar dan Es teh yang akhirnya tertelan dengan susah payah, Musdalifah pun menuruti keinginan Mustafa untuk menikah. Yaaa.... begitulah.

Mustafa memang membayangkan hidup dengan Musdalifah akan bahagia, karena seumuran jadi bisa dengan mudah memahami dan mengerti. Tidak ada bayangan untuk berkelahi dan berdebat besar. Mustafa pun juga tidak memiliki bayangan apa yang dipertengkarkan oleh suami dan istri, karena Mustafa tak pernah menemui pertengkaran hebat orangtuanya. Jadi bayangan Mustafa ya bahagia-bahagia aja. Aaahahahaha...Walaupun ternyata banyak yang menjadi pergumulan di dunia rumah tangga, Mustafa tetap bahagia akhirnya sudah menikah dengan Mudalifah.

Satu tahun yang lalu Mustafa membayangkan hidup bahagia bersama Musdalifah, dan sekarang, satu tahun kemudian, bayangan itu terwujud.

Ahhhh, senangnya....lalalalala...

Monday, October 21, 2013

Take Right

Mustafa mungkin jenis orang yang tidak memiliki gairah berlimpah. Mustafa adalah orang yang biasabiasa saja. Karena menurutnya apa yang terjadi di dunia ini ya memang sudah seharusnya terjadi dan apa yang tidak terjadi di dunia ini ya karena memang tidak seharusnya terjadi. Mustafa terlihat pasrah dan mungkin mati pun tidak mengubah banyak hal.

Tidak banyak hal yang membuatnya puas. Apalagi menjadi benar. Mustafa tidak tertarik untuk menjadi benar. Karena menjadi benar berarti harus menjaga kebenarannya itu. Jangan sampai rusak. Dan itu adalah sebuah tanggung jawab yang besar karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi keesokan harinya. Banyak orang yang berusaha keras untuk menjadi benar. Tetapi benar itu menurut standar siapa? Kalau sudah benar terus ngapa?

Tidak perlu menjadi benar, selama Mustafa melakukan apa yang diyakininya dan memiliki hati yang cukup besar untuk mengakui kesalahan, maka hidup akan baik-baik saja.

Sunday, August 18, 2013

Zulu

Musdalifah dan keluarganya memelihara anjing bernama Zulu. Lebat bulunya dan besar badannya. Wajahnya memelas seperti manusia dengan kerlingan yang membuat setiap yang melihat akan luluh hatinya. Selalu  menjadi kawan bercerita dan curhat. Mustafah belum lama mengenal Zulu. Tetapi kemampuan Zulu untuk menangkap perintah berbahasa inggris membuat Mustafa berdecak kagum.

Zulu meninggal beberapa hari lalu dan seluruh keluarga meratapi kepergiannya. Ada yang lebih dari anjing ini. Zulu telah menjadi teman yang menyenangkan melebihi suami/istri/anak. Tidak pernah menjawab ketika diceritakan tentang betapa kesalnya majikan. Tidak pernah pergi dan selalu ada di tempat. Zulu selalu ada dan mendengarkan keluh kesah.

Ketika cinta sudah mulai hambar dan hanya untuk menggenapi janji, Zulu berperan memberikan kehangatan yang mempersatukan seluruh keluarga Musdalifah. Semua sepakat apabila mengambil keputusan untuk Zulu. Zulu seperti tidak bercela. Tetapi Mustafa melihat satu yang gagal dilakukan oleh Zulu, penerimaan yang ikhlas bahwa apa yang pernah diberikan, pasti akan diambil lagi. Secara logika semua yang ditinggalkan menerima, tetapi secara hati, siapa yang bisa menerima ditinggalkan apa yang telah kita sayangi.

Adios, Zulu.

ini zulu.

Wednesday, July 31, 2013

Sesal

Ada satu momen Mustafa merasakan sesal atas apa yang pernah terjadi atau pernah Mustafa lakukan. Padahal Mustafa selalu berpikir kalau apa yang sudah terjadi ya sudah, terjadilah. Ndak perlu disesali. Anggap pelajaran untuk tetap hidup. Mulai lagi dengan cara yang lebih baik. Atau maafkan dengan tulus.

Cumak ya kadang-kadang ada aja yang bikin kesel.

Harusnya kemaren ndak gini. Harusnya dulu ndak gitu. Harusnya begono. Harusnya begituh. Yaaa...fuck that! Kita uda ndak bisa ngapa-ngapain yang udah lewat.

Jadi ya kalok Mustafa sedang menemukan momen sesal, Mustafa hanya diam dan berharap tidak pernah melakukan hal yang menyesalkan itu lagi.

Sesederhana itu.

Penglaju

Sebagai manusia biasa, tentu saja Mustafa bisa merasakan benci juga. Kali ini Mustafa memberikan beberapa pengendara yang dibencinya saat berkendara dari Moonrise Kingdom ke tempatnya bekerja dan juga sebaliknya.

1. Tak berhelm.
Namanya helm kan ya penting banget, apalagi kalo untuk perjalanan jauh, dan ramai. Helm itu digunakan untuk melindungi kepala kalo semisal kepala kejedot aspal agar tidak bocor atau pecah nantinya. Kalo kepalanya bocor kan mati, terus nanti yang rugi juga anak-anaknya yang ditinggal mati, suami/istri yang ditinggal mati, bapak/ibu yang ditinggal mati, dan banyak yang ditinggal mati lainnya. Cuma pake helm doang apa susahnya sih. Lagian kan kalo ndak pakek helm juga bakal ditilang polisi.
Tipe pengendara motor tak berhelm ini biasanya mempunyai tendensi untuk melanggar lalu lintas yang cukup tinggi. Keinginan untuk bablas kebut saat lampu berwarna kuning sangat tinggi.

2. Berhijab heboh dengan warna ngejreng.
Sebagian pengendara motor wanita yang berhijab memang ceroboh, jarang sekali melihat spion sebelum belok. Mungkin dengan hijab sudah merasa aman kalo kenapa-kenapa, cuma ya bikin rugi pengendara lainnya kalok tetiba belok ga kasih tanda. Lagian kalo pake hijab kan biasanya heboh tuh sampek roknya juga yang lebar mobat-mabit kemana mana, apalagi kalo warnanya ngejreng jambon ato kuning ato hijau gitu...ya bukan kenapa-napa sih, cumak Mustafa jadi silau matanya ngeliatin kaya gitu. untung ndak hilang konsentrasi Mustafa.

3. Tak Sabaran.
Pengendara sepeda motor seperti ini sukaknya klakson waktu lampu lalulintas masih merah. Padahal penghitung waktunya masih di detik ke-3. Terus abis gitu, kalok misalnya lagi jalan, terus ada mbak berhijab heboh dengan warna ngejreng tau-tau belok ngambil jalur sembarangan, biasanya si pengendara tak sabaran langsung bunyikan klakson kenceng dan lama banget, terus pas nyelip mbak berhijab heboh dengan warna ngejreng itu tadi, biasanya nengok gitu ngeliatin mukanya si mbak tadi dengan culas...terus mblayer. Ga tau dah itu mau Tebar Pesona apa nantang balapan.
Nah, si pengendara Tak Sabaran ini juga ada di pengendara mobil. Pengendara mobil yang tak sabaran jauh lebih menyebalkan lagi daripada pengendara motor tak sabaran. Yaiyalah, udah naek mobil kaga kena panas ato hujan ato apalagi debu, masih aja kaga sabaran.

4. Nyolong Start.
Pengendara nyolong start ini biasanya massive! Kalok ada satu yang nyolong lampu merah, biasanya diikuti pengendara lain. Dan Mustafa mau ndak mau juga jadi nyolong lampu merah. Karena kalok Mustafa tetep berenti, yang di belakang Mustafa juga pasti bunyiin klakson ribut banget dah. jadi, penyolong start ini selalu ada pengendara yang melakukannya lebih dulu sehingga diikuti oleh motor-motor lain dan jadinya nyolong start massal. Ntar giliran ada yang ditilang polisi ajah, mukanya jadi cemberut!

5. Berknalpot berisik.
Tidak ada estetika dari suara knalpot motor yang berisik banget. Apalagi kalok deket-deket Mustafa pas lagi nunggu lampu merah. Alamak! Mustafa langsung emosik! Dan anehnya nih ya, motor yang knalpotnya berisik, biasanya motornya jelek. Ga tau kenapa, tapi motor-motor itu biasanya dikasih stiker norak gitu, ada glitter emasnya gitu, terus bodynya ngga genep - selalu ada yang dicopot entah kenapa. Dan pastinya ugal-ugalan dong naek motornya. Terus yang berknalpot berisik ini biasanya jaketnya sama sepatunya jelek, kayak ndak punyak selera berbusana yang bagus gitu loh. Jadi pakek jaketnya tuh ndak sesuai sama bentuk badannya, terus sepatunya tuh ndak masuk sama celananya, belon lagi pilihan helmnya yang aneh. Kacau banget dah.

6. Riding & Texting.
Ini kacau juga ya, kirim SMS sambil ngendarain motor, kayak ndak ada waktu lain buat ngabarin yayangnya udah mau nyampek kos-kosan gitu loh. Coba bayangkan yayang kamu sms "Sayang aku sudah deket ko..'GUBRAKKK!'" gitu. Ya walopun ndak mungkin juga kirim sms pakek bunyik tabrakan gitu sih. Tapi kan selalu ada kemungkinan tinggi kecelakaan, karena otak membagi tugas dan memeah konsentrasi berkendara sampai 50%. Fatal loh akibatnya. mending berenti dulu di pinggir jalan, kalok ndak ya tunggu pas kenak lampu merah baru sms-an kan bisak.

7. Pacaran.
Ini paling aneh. Kenapa ya kalok lagi pelukan mesra sampe ceweknya njengking gitu kayak ndak peduli ada bus dan truk yang melaju dengan kencang siap menghajar mereka dan maut memisahkan. Masnya tuh sukaknya nengok ke mbaknya gitu, kepalanya sampe kayak ketarik gitu terus ndak sadar kalok motornya mulai berjalan menyamping. Mending ngeliatin spion!

Yang paling bikin Mustafa sebal adalah pengendara yang memiliki knalpot berisik. Soalnya bikin Mustafa emosik kalo ndenger suara ribut gitu. Mustafa seperti pengen teriakin tuh orang sambil ngeluarin belati yang disimpan Mustafa di pinggangnya dan menggorok leher si pengendara berknalpot berisik itu sampek lehernya dan kepalanya setengah copot. Kalo kepalanya copot kan uda langsung mati, sakitynya cuma bentar, kalo setengah potol tuh sakitnya lama, jadi sempet mikir kalok knalpot motornya tuh bikin sakit hati orang lain. Mungkin setelah reinkarnasi dia akan kapok dan juga akan memakai busana yang lebih bagus lagi saat berkendara.

Mari berkendara dengan tenang, sabar, dan sopan. Insyaallah selamat sampai tujuan dan bertemu keluarga lagi.

Monday, July 22, 2013

Istri

Punya istri dulu dipikiran Mustafa adalah memberikan beban hidup Mustafa pada orang lain. Yang harus membuat seseorang menunggu Mustafa di saat pulang kerja atau pulang main sekalipun. Yang harus memasak untuk Mustafa dan menyiapkan tetek bengek. Yang harus membangunkan Mustafa dengan susah payah di pagi hari. Yang harus rela tidak mendapatkan uang sangu dari orangtuanya lagi karena pencitraan menjadi tanggung jawab suami dan harus menerima seberapapun yang diberikan suami. Yang harus bangun lebih pagi untuk memasak air buat ngopi. Yang harus mencucikan beberapa pakaian kesayangan Mustafa. dan yang lain-lainnya masih banyak lagi dah.

Berat meminta Musdalifah menjalankan itu semua. Mustafa hanya ingin Musdalifah tiduran lehaleho dan menikmati hidup. Ada rasa tidak tega melihat istrinya dengan kantung mata  yang menonjol memasak pagipagi menyiapkan sarapan. Selesai masak melepas Mustafa pergi bekerja, baru bisa bersiap untuk berangkat kerja. Pulang larut malam seusai Mustafa selesai kerja.

Berat rasanya, tetapi Musdalifah membuat Mustafa yakin kalau setiap istri akan melakukan itu dan membuat istri itu bahagia. Jadi Mustafa hanya perlu berbaring dan melihat apa yang perlu dilakukan Musdalifah, maka Musdalifah akan bahagia. Tidak perlu resah dan tidak perlu gundah, ini yang memang diinginkan oleh Musdalifah. Perlulah Mustafa mendukung keinginan istrinya itu. Amin.

Janji loh ya....ndak boleh nakal...

Tuesday, July 16, 2013

We boys are envious

Mustafa kecil berada di lingkungan yang penuh mainan. Maksudnya bukan lingkungan rumah Mustafa yang penuh mainan, tetapi lingkungan tetangga-tetangga Mustafa. Barang-barang milik teman Mustafa selalu lebih banyak dan lebih modern. Saat mereka punya Rollerblade, Mustafa masi naik sepeda. Saat mereka sudah ganti Remote control, Mustafa masih main Hotwheels. Saat mereka punyak Voltus, Mustafa harus puas dengan action figure Si Gobang. Nah, Mustafa terlahir menjadi anak yang sirik dan pengenan.

Setelah dewasa Mustafa sudah berfikir lebih baik lagi. Tidak ada lagi sirik dan pengenan. Cuma satu hal yang diamini Mustafa untuk mengatasi pengenannya, bersyukur. Sedikit klise dan norak bagi Mustafa untuk mengucapkan "bersyukur". Tetapi memang hanya itu jawaban yang Mustafa berikan. Dan harus melalui 20 tahun untuk menghilangkan rasa sirik dan menemukan keajaiban rasa syukur.

Lalu apakah sekarang Mustafa sudah frigid dan ndak pengen apa-apa?

Ya...Mustafa sih sudah seperti lengkap gitu hidupnya. Walopun cuma tinggal di Moonrise Kingdom tanpa tukang kebun sehingga rumput di halamannya menjadi liar dan berantakan. Walaupun istrinya cuma satu tetapi setia menunggu pulang kerja dan rela bangun pagi untuk menyiapkan bekal makan siang serta rela setiap saat ditelpon ketika Mustafa mutung dan emosi jiwa. Walopun harta benda yang paling berharga cuma cincin kawin kecilnya yang tidak boleh lupa dibawa kerja dan akan menyalahkan Musdalifah jika sampai ketinggalan - walaupun bukan salah Musdalifah. Ya itu dah yang sekarang Mustafa miliki dan sangat dieman-eman. Mustafa yakin jika ada yang merasa sirik dan pengenan terhadap Mustafa seperti Mustafa kecil dulu adalah itu semua, kebahagiaan dari keluarga kecil yang coba dibesarkan oleh Mustafa.

Lalu apakah sekarang Mustafa sudah frigid dan ndak pengen apa-apa?

Ya...Masih pengen TV Sony Bravia yang 46". Masih pengen X-Box One. Masih pengen mid-high sneakers Nike dan Reebok. Masih pengen kaos Uniqlo sama Hanes juga. Masih pengen celana jeans Volcom. Masih pengen ikat pinggang kulit levi's. Masih pengen VW Golf VI GTI. Masih pengen nonton konser JKT 48.

Ternyata Mustafa masih pengen banyak yaaaaa, tapi Mustafa sudah sangat puas dengan apa yang dimilikinya sekarang ini dan setiap hari Mustafa merasa kalau dia sudah tidak pengen apa-apa lagi...selain pengen bisa bayar listrik dan air tepat waktu, yaaaa...

waaaaahhhhhh....ayo nyanyik!
jkt48-ig.blogspot.com

Friday, July 12, 2013

Commuter

Jadi, Mustafa setelah menikah itu adalah Mustafa yang ngelaju 50km per hari demi sebuah gadget. Ya, bukan demi sesuap nasi, tetapi demi sebuah gadget yang keinginannya selalu bertambah terus. Kalau demi sesuap nasi sepertinya terlalu naif ya, secara kalau makan pun ya ndak cuma sesuap, tetapi banyak suap. 

Nah, kalau mau gadget itu artinya harus bekerja beberapa tahun supaya kekumpul duitnya. Kalau duidnya uda kekumpul terus dapet gadget, Mustafa akan terus ngelaju demi sebuah mobil. Kalau demi sebuah mobil sih sepertinya perlu beberapa puluh tahun ya, tapi tidaklah mengapa, namanya rejeki juga pasti ada yang ngatur, ntar kan kalok udah saatnya punyak mobil pasti tau-tau juga ada. 

Kalau mau punya mobil juga ndak bisa sembarangan, mobilnya harus yang keren biar ndak malu bawa ke mall, bawa ke hotel bintang 5, bawa ke tempat kerja, bawa ke kafe. Jadi ya ndak ada istilah sederhana-sederhanaan, semua harus serba berkelas. Makanya harta benda milik Mustafa pun sedikit sekali jumlahnya kalau dibandingkan punya Musdalifah atau Masmus sekalipun. 

Lagipula yang ngelaju tuh kan juga ya ndak sedikit, banyak loh ternyata orang yang ngelaju dari Klaten-Jogja. Dari yang ngelaju itu Mustafa harus tetap kece dan eye catching dong pastinya. Semua harus serba dipilih dengan hati-hati. Jadi ya kalok mau cari Mustafa di rimba penglaju itu, perhatikan saja yang jaketnya dan sepatunya paling norak, pastilah itu dia. 

Untuk sepeda motor, Mustafa ndak sukak yang berisik-berisik gitu knalpotnya, kesannya ndeso gitu loh kalau suara motornya berisik. Apalagi kalo motornya berisik, ngebut ndak jelas, jaketnya jelek. Iyuuuhhhhh!!!  Dan ternyata penglaju tuh banyak banget yang motornya berisik, jadi sering bikin Mustafa emosi jiwa gitu ya. Terlebih kalau macet ndak bisa jalan terus berada di deket motor berisik, itu namanya national disaster dah. 

Yang sering bikin macet ya ada banyak faktor sih, misalnya kalau ada mobil yang ngelanggar lampu merah gitu, terus bikin macet, kan bego banget ya. Nah, biasanya mobil yang sukak ngelanggar lampu merah atau yang ndak tertib lalulintas tuh mobil-mobil murahan seperti xenia-avanza atau panther gitu. Jadi yang sok keren gitu dah. Makanya Mustafa juga ndak mau punyak mobil sembarang, supaya pencitraan Mustafa sebagai orang yang tertib lalulintas tidak rusak hanya karena merek mobil.

Terus yang sering bikin macet adalah perbaikan jalan. Perbaikan jalan tuh ya kadang-kadang ndak ngeliat jam sih. Kalau jam penglaju beraksi tuh mbok ya kerjanya ntaran dulu biar ndak ngganggu yang harus tepat waktu pulangnya. Seharusnya kalau perbaikan jalan tuh pas jam dugemers beraksi, jadi kalau pada pulang dugem mereka harus pelan-pelan jalannya, secara kan yo mabuk juga toh mustinya kalok pada abis dugem. Tapi yang seru tuh ya kalau perbaikan jalan, setelah jalannya selesai diperbaiki, penglaju tuh seperti punya perasaan kalau mereka yang pertama kali mencicipi jalanan mulus, bwahaahahaaahahaha. Jadi penglaju tuh sepertinya ya diperhatikan juga sama pemerintah. 

Cuma ya penglaju juga harus hati-hati kalau lagi ngelaju, hati-hati. Bahaya, harus bertarung dengan truk dan bis. Supaya selamat sampai tujuan, tidak diperenguti sama atasan dan sama istri. 





Wednesday, July 10, 2013

Kebahagiaan Pranikah: Resepsi

"Kamu tidak bahagia, ya, saat kita menikah?"

Jadi ini proses terakhir dari seri menikah Mustafa - Musdalifah yang legendaris. Resepsi. Inginnya melakukan resepsi secara sederhana yang hanya didatangi oleh orang-orang terdekat, dilaksanakan di tempat yang nyaman dan hangat, dengan alunan musik yang tidak terlalu jazzy agar tidak tampak seperti pasangan sok asik, makanan yang enak dan banyak, make up yang tipis dan tidak terlalu mencolok, pokoknya sederhana dah.

Yang terjadi seperti ini, hujan sepanjang siang sampai malam membuat Mustafa-Musdalifah panik. Paes yang dengan brutal membubuhkan make up tebal berjaga dan berkeliaran tak melepaskan Musdalifah-Mustafa, membuat Mustafa tidak bisa bertemu dan berpelukan dengan Musdalifah. Kerabat yang tidak dapat datang. Makanan yang tidak sempat tercicipi semua. Hasil foto yang membuat Mustafa seperti vampir. 

Ternyata setelah dijalani, resepsi juga tidaklah seburuk itu. Ya, hujan memang membuat panik, tapi jika memang semesta mengizinkan pasti juga hujan akan berhenti, dan ya, hujan memang berhenti. Paes memang brutal, tapi toh paes pun bermaksud baik, hanya ingin membuat Mustafa dan Musdalifah terlihat apik jika nanti difoto, walaupun seleranya memang berbeda jauh antara yang tua dan Mustafa yang kekanak-kanakan. Kerabat yang tidak dapat datang. Ya mungkin juga lagi ada acara, kalau mereka tidak terhalang juga pasti datang kok. Toh malamnya banyak sekali yang menemani Mustafa-Musdalifah  mabuk-mabukkan sampai pagi. Hasil foto seperti vampir itu hanya perlu diacuhkan saja, yang penting udah resepsi, semua bakalan beres. 

Jadi, Mustafa biarpun terlihat jelek rupanya, dia tetap bahagia. Akan menjadi tidak bahagia apabila pasangan Mustafa adalah wanita selain Musdalifah. Ya, selamat menikah untuk Mustafa dan Musdalifah, semoga kebahagiaan resepsi terus mengawal sepanjang usia mereka. 

Sunday, June 30, 2013

Kebahagiaan Pranikah: Midodareni

"Kamu tidak bahagia, ya, saat kita menikah?"

Ya gimana yaaaaa, Mustafa juga bingung dah njawabnya. Kalo dibilang ga bahagia juga ndak tepat, soalnya Mustafa yang ngajak kawin, tapi kalo dibilang bahagia juga ya..."mana calon istri gw!?" soalnya Mustafa ngerasa kalo udah lama banget ndak ketemu Musdalifah, mau kawin kok kesannya malah disuruh berjuang sendiri-sendiri sih...Mustafa di sini - Musdalifah di sana. Jauh!

Setelah acara siraman, sekitar dua jam kemudian acara masih dilanjutkan, yaitu Midodareni. Midodareni ini...ehhmmm...ngapain ya...pokonya malem midodareni, gt dah orang-orang pada bilang. Jadi ya karena namanya malem midodareni, ya harus dilaksanakan malam juga. Mungkin ini yang dinamakan lamaran adat jawa.

Malam Midodareni ini acaranya adalah temu keluarga Mustafa dengan keluarga Musdalifah, dimana keluarga Mustafa membawakan berbagai macam serah-serahan dari alat mandi, pakaian, tas, sepatu, make up, sampai dengan beras. Jadi nanti dari pihak keluarga Mustafa akan memiliki MC sendiri yang diduelkan dengan MC Musdalifah. Kedua MC ini akan battle dengan bahasa jawa yang sangat halus sampai-sampai Mustafa tidak bisa memahami apa sebenarnya yang diucapkan oleh mereka berdua. Tapi katanya sih mereka saling mengutarakan maksud dan tujuan datang kepada keluarga Musdalifah. 

Dan Musdalifah disembunyikan tidak boleh bertemu dengan Mustafa.

Nah, MC dari Musdalifah ini rada nakal, masa' Mustafa dan Abah - Umi dipanggil kedepan dihadapan puluhan tamu, lalu diadu dengan Abah-Umi Musdalifah. Lalu MC meminta saling salaman untuk kemudian menyerahkan Mustafa untuk ikut kepada keluarga Musdalifah. Nah loh. Jadi Mustafa tidak kembali lagi ke tempat duduk pihak Mustafa, tetapi langsung duduk dengan pihak Musdalifah. 

Dan Musdalifah disembunyikan tidak boleh bertemu dengan Mustafa.

Haaaaah. Lalu acara doa yang dipimpin oleh dua pemudi yang ceria dengan lagu yang membuat Mustafa mengeluarkan suara fals. Mustafa hanya bisa tertunduk berpura-pura menyanyi padahal hanya megap-megap ga jelas suaranya sambil matanya menatap sepatu sendiri layaknya personil band aliran shoegaze. Dilanjutkan dengan makan malam yang sederhana tetapi nikmat, sedikit bersenda gurau dengan para hadirin, dan Mustafa lebih memilih mengintip Musdalifah dari kejauhan. Kamar tempat persembunyian Musdalifah memiliki jendela kaca superbesar dengan tirai yang dibiarkan terbuka. Dan Musdalifah beserta beberapa temannya berada di dalam sana. Ya, Musdalifah cantik sekali. 

Dan Musdalifah disembunyikan tidak boleh bertemu dengan Mustafa.

Mustafa tidak berani mendatangi Musdalifah atau melihat berlama-lama, takut kalau pamali dan hasilnya justru tidak baik nantinya. Maka Mustafa membuang muka dari jendela itu, dan kembali ke tempat acara tadi berlangsung. MC dari pihak Musdalifah menutup acara dengan bahasa Jawa yang sekali lagi tidak dapat dimengerti oleh Mustafa, kemudian mempersilahkan tamu wanita yang ingin bertemu dengan Musdalifah. Tentu saja Mustafa tidak boleh. Komentar dari para tamu yang masuk dan menemui Musdalifah pun bermacam-macam, tapi yang paling Mustafa ingat adalah komentar dari seorang kerabat Mustafa, "Aku habis ketemu bidadari". bwahahahahahahaa...Entah kenapa Mustafa malah tersipu-sipu malu, padahal yang dipuji bukan Mustafa.

Ah, Mustafa tetap belum bisa bertemu dengan Musdalifah, mereka semakin lama terpisah, padahal malam ini mereka sudah berada sangat dekat. Kesal rasanya sudah sedekat itu tidak bisa bertemu. Di dalam kesalnya Mustafa tetap belum bisa menjawab pertanyaan Musdalifah, namun berbeda dengan acara sebelumnya, Mustafa kini bisa tersenyum-senyum sendiri.  

Kaya' cendol dah, penuh bangetttt

Kebahagiaan Pranikah: Siraman

"Kamu tidak bahagia, ya, saat kita menikah?"

Mustafa terus menenggak bir dingin bersama kedua kakaknya. Pitcher kedua dan mereka masih tertawa terbahak-bahak. Hari semakin pagi dan dingin semakin menusuk. Mustafa masih tegang sehabis mengikuti doa bersama dan menjadi pusat perhatian. Sampai akhirnya mereka pulang dan membubarkan diri.

Sesampainya di rumah, Mustafa tambah terkejut lagi, karena bagian dalam rumah sudah dihias sedemikian rupa untuk acara berikutnya, siraman. Siraman itu acara memandikan pengantin. Musdalifah juga dimandikan, hanya saja acaranya berada di tempat terpisah. Hiasannya heboh dan penuh bunga. Mustafa suka dengan bunga, hanya saja tidak untuk dipasang secara sporadis di seluruh rumah dan berwarnawarni. Jika saja hiasan ada di satu pot kecil sebagai pusat, tentu Mustafa akan jatuh cinta. Tetapi ini di sepanjang tangga menuju kamar Mustafa dipasang bunga, di backdrop dipasang bunga, diluar rumah dipasang backdrop. Musdalifah tentu sudah tidur, tak ingin Mustafa membangunkan Musdalifah untuk menenangkannya. Tidurlah Mustafa.

Keesokan paginya Mustafa bangun dan menemukan rumahnya sudah dihias lebih ramai lagi. Kursi dipasang di banyak tempat. Di halaman luar terpasang tenda yang menurut banyak orang cantik. Tenda dua warna yang banyak digunakan orang kawinan. Tenda di halaman itu digunakan untuk upacara siraman. Paniklah Mustafa, tanpa mandi Mustafa menggeber sepeda motornya ke warnet terdekat karena tidak kuat membayangkan akan seperti apa malunya Mustafa nanti. 

Setelah tenang, Mustafa pulang dari warnet dengan kesiapan dan kerelaan untuk diapa-apakan. Disambut oleh Umi yang lega melihat Mustafa kembali, karena dipikir mustafa akan kabur dan tak kembali atas teror yang tercipta di rumah. Mustafa menenangkan Umi dengan meyakinkan Umi kalau Mustafa tak akan lari dari ini. Tak lama Paes yang akan mengatur segala upacara datang. Mustafa kembali merasakan dorongan untuk lari.

Paes memulai tugasnya. Membedaki Mustafa dan melipstiki Mustafa. Kini Mustafa sudah berpakaian jawa dengan bedak dan lipstik. Mustafa tidak suka dengan hal ini, karena menurut Mustafa, bedak dan lipstik seharusnya dikenakan perempuan saja. Jadi tidak perlu pria berdandan hanya untuk alasan supaya bagus difoto nanti. Mustafa menyembah pada paes untuk tidak dibedaki, tetapi sudah tidak bisa lagi. akhirnya hanya tipis saja bedaknya. 

Paes menjelaskan apa yang harus dilakukan Mustafa, bagaimana caranya sungkem, bagaimana caranya berjalan duduk, dan bagaimana caranya hormat. Mustafa sungkem dulu pada Abah, kemudian pada Umi, kemudian pada Orang tua Umi, dan terakhir kakak laki-laki Mustafa. Mustafa merasa geli saat harus sungkem pada kakak Mustafa, karena mereka berdua sudah sering bercanda terlalu lama, dan....sebenarnya dahulu mereka tidak menginginkan pernikahan karena malas ribet dengan adat jawa yang mau tak mau harus dilakukan. Tapi sampai juga mereka berdua pada posisi itu. Tetaplah dengan rela mereka mengikutinya.


Setelah sungkem, pakaian Mustafa dilucuti, bertelanjang dada dan dikalungi rangkaian bunga melati. Mustafa malu bukan kepalang, perutnya yang buncit diumbar kemanamana dan dadanya yang terepes pun terbuka dengan malumalu. Mustafa kemudian digiring ke tenda luar untuk dimandikan. Air untuk memandikan pun tidak sembarang, harus diambil dari 7 mata air yang berbeda, kemudian diaduk menjadi satu dengan kembang yang berupawarnanya. Abah dan Umi menyiram bergantian dengan doa yang dibisikkan, tentunya doa itu untuk kebaikan Mustafa. Setelah Abah dan Umi, bergantian pakdhe-palkdhe dan beberapa tetangga yang sudah pernah mantu diminta untuk memandikan Mustafa, semuanya sambil mengucapkan doa. 

Setelah dimandikan, rambut Mustafa digunting 3 kali, sedikit sedikit saja supaya tidak terlalu pitak nantinya. Rambut disimpan ke dalam wadah untuk disatukan dengan potongan rambut Musdalifah untuk dikubur di tanah orangtua. Setelah itu air kendi sisa siraman harus dihabiskan semua dan kendinya dipecahkan. Laluuuu...ada...hmmm...Mustafa digendong oleh Abah dan Umi. Menggendongnya pun tidak menggendong beneran, cuma pura-pura aja, soalnya Abah dan Umi badannya lebih kecil jadi tidak mungkin kuat mengangkat Mustafa yang lumayan berat. Kemudian selesai.

Acara Siraman selesai, Mustafa digiring ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dan Mustafa memeluk Abah dan Umi menggantikan sungkem. Karena sungkem adalah acara yang dibuat-buat dan tidak dilaksanakan dengan kesadaran Mustafa, karena itu Mustafa meminta maaf atas segala dosa, meminta agar Abah dan Umi merelakan Mustafa untuk hidup dengan Musdalifah, meminta agar Abah dan Umi juga percaya kalau Mustafa dan musdalifah akan baik-baik saja. Kemudian hujan air mata. 

Sungkeman memang mengharukan, tetapi Mustafa tidak terharu karena harus diatur-atur sungkemnya seperti apa, jalannya seperti apa, memegang lutut dan menciumnya seperti apa, sampai harus diatur supaya Mustafa mencium pipi kanan-kiri orangtuanya. Ya, akhirnya upacara pun terlaksana tanpa kesadaran yang sesuai takarannya. Makanya Mustafa merasa perlu untuk sungkem pada orangtuanya dengan caranya sendiri, dengan ruang yang lebih privat, dan tanpa harus difoto.

Mustafa masih sedikit ragu untuk menjawab pertanyaan Musdalifah, karena masih ada yang mengganjal rasanya.


resik!

Thursday, June 27, 2013

Kebahagiaan Pranikah: Bidston

"Kamu tidak bahagia, ya, saat kita menikah?"

Itu tanya Musdalifah pada Mustafa di sebuah malam yang misterius. Bagaikan belati dingin dan keji yang Mustafa rasakan saat mendengarnya, tidak tahu apa jawaban yang sebenarnya diharapkan Musdalifah. Mustafa mengingat balik kejadian apa saja yang dialaminya saat itu.

Rabu adalah hari terakhir Mustafa bekerja sebelum cuti. Seperti hari biasa, seusai bekerja Mustafa tidak segera pulang, dia nongkrong dulu di kafe murahan dekat kantornya bersama sobatnya. Sedatang gelap, barulah Mustafa pulang. Betapa terkejutnya Mustafa melihat tenda yang sangat besar sudah terpajang di depan rumahnya. 

Tenda-tenda itu adalah tenda yang akan digunakan untuk menyambut tamu saat acara berdoa bersama pada hari kamis. Orangtua Mustafa jauh-jauh hari sudah menjelaskan kalau ingin mengadakan acara doa bersama agar hidup pernikahan Mustafa-Musdalifah akan berjalan baik sesuai dengan jalan Kristus, yaaaa...Mustafa tentu saja menerimanya dengan suka cita, apalagi dijanjikan untuk membuatnya menjadi acara doa bersama yang sederhana dan dihadiri oleh sedikit orang. Yaaaa...melihat tenda yang raksasa itu membuat hati Mustafa ciut, ternyata Mustafa dan orangtuanya memiliki deskripsi 'sederhana' sangat berbeda. Mustafa seketika ketakutan dan rasa malu menghampirinya. Tidak ada kepercayaan diri yang bisa Mustafa bangun. Pernikahan sudah mulai terlihat menakutkan. 

Apa yang Mustafa lakukan pada saat seperti itu? Mustafa biasanya mencari Musdalifah, tetapi sayang sekali Musdalifah sudah tidak dapat ditemui lagi, karena Musdalifah sudah dipingit dan tidak boleh bertemu dengan Mustafa. "ini celaka", pikir Mustafa. Akhirnya Mustafa hanya mengandalkan telepon genggam dan menghubungi Musdalifah, untunglah teleponnya tidak turut dipingit sehingga Mustafa masih bisa menghubungi.  Dengan keibuan Musdalifah menenangkan Mustafa untuk tidak perlu kuatir. Kemudian Mustafa tertidur.

Kamis adalah hari acara doa bersama. Mustafa tegang seharian setelah melihat kursi mulai disusun dibawah tenda, gubug untuk menyajikan makan malam mulai disusun, podium untuk pendeta berkhotbah mulai disiapkan, sound system mulai disetting. Seperti acara mantenan biasanya, untuk test sound selalu menggunakan tembang jawa. dan rumah Mustafa pun mendadak berubah seperti sedang ada di pedesaan dengan pakaian jawa yang berwarna mengkilat menyala dan dandanan menor. Suasana seketika mencekam. Bayangan Mustafa akan menghadiri doa massal tanpa kehadiran Musdalifah sangatlah menyeramkan. 

Yup, Musdalifah tidak dapat hadir. Musdalifah masih dipingit dan tidak boleh bertemu dengan Mustafa. Jadwal doa syukur pun tidak bisa dirubah karena orangtua Mustafa tidak mau mengubahnya. Orang yang hadir untuk mengikuti acara doa bersama pun tidak bisa bertem dengan Musdalifah, tidak ada calon pengantin putri terasa aneh pada saat-saat seperti itu. Ramainya orang-orang yang tidak Mustafa kenal dengan dekat, absennya Musdalifah, fokus yang tertuju pada Mustafa, hal-hal itu membuat perut Mustafa menjadi mules dan keringat dingin bercucuran. Tidak ada yang bisa menenangkan Mustafa selain Musdalifah, dan Musdalifah tidak ada. Pendeta yang berkhotbah pun tidak Mustafa kenal. 

Awalnya Mustafa tidak mau duduk dipajang di dekat mimbar tempat pendeta berkhotbah. Mustafa sempat bersembunyi di samping rumah dekat sumur tua. banyak orang mencarinya. Kerabat orangtua Mustafa yang datang turut gelisah karena pengantin pria tidak kunjung tampak. Mustafa ketakutan setengah mati. Mustafa merasakan geram dan benci pada orangtuanya yang menempatkan Mustafa di situasi seperti itu. Mustafa menyesal hidup di alam kristiani yang tidak bisa Mustafa pilih. Orang-orang bersikap ramah pada Mustafa yang tidak pernah duduk ngobrol - hampir tidak kenal, bahkan namanya pun tidak tahu. Tetapi semuanya berusaha terlihat ramah dan baik-baik saja. Entah apa yang ada di benak orang-orang itu.

Akhirnya Mustafa ditemukan oleh Umi bersembunyi di dekat sumur. Seketika diomel panjang lebar dan ditarik untuk duduk di hadapan para tamu yang sudah hadir terlebih dahulu. Mustafa muncul tanpa alas kaki, celana jeans super ketat, dan kemeja yang tidak rapih. Mustafa tidak dapat berpikir. Di samping Mustafa telah duduk Abah dengan batik dan sepatu mengkilat. Mustafa tambah merasa buruk lagi. Berulangkali pendeta berkhotbah sambil menunjuk Mustafa yang membuat calon pengantin pria ini ingin pingsan. 

Menit berlalu. Jam berlalu. Acara selesai. Abah menutup acara dengan mempersilahkan para tamu untuk menikmati hidangan. Mustafa sudah diancam untuk selalu dekat dengan Abah dan berdiri di samping abah di depan rumah untuk menyalami para tamu satu per satu. Tidak bayak wajah yang bisa Mustafa sebutkan namanya. Beberapa wajah asing. Salaman demi salaman dilalui Mustafa dengan senyum lebar yang dibuat-buat dan membuat mulutnya kaku. Tamu bubar.

Mustafa berganti pakaian dan membeli bir. Masih belum bisa menjawab pertanyaan Musdalifah.

menegangkan


Friday, June 21, 2013

Moonrise Kingdom

Segera setelah Mustafa menikah dengan Musdalifah, mereka tinggal di sebuah rumah sewaan bersama dengan adik Musdalifah, Masmus, yang tentu saja ke-arab-araban itu. Sebuah rumah kecil yang hangat buat mereka bertiga dan perlahan-lahan disi dengan perabotan modern dengan disain jempolan yang sedikit terlalu wah untuk rumah itu. Mustafa, Musdalifah, dan Masmus manamai rumah kecil itu "Moonrise Kingdom", setelah nama "Sangkar Serigala" dan "Wolves' Lair" dirasa terlalu suram.

Moonrise Kingdom atau Moonking diambil dari sebuah judul film awkward yang mengena di hati Mustafa dan Musdalifah, dengan harapan rumah itu menjadi Kingdom bagi mereka dan juga akan bermanfaat bagi orang lain. Ya, manfaat dimaksud adalah menjadikan penghuninya berguna bagi orang lain. Karena ini masih rumah sewaan, barti ya mungkin Moonking akan berubah bentuk setiap tahun, sampai tabungannya cukup untuk memiliki Moonking permanen pada waktunya nanti. Sama seperti Mustafa yang akhirnya memiliki pasangan permanen saat usianya cukup dan waktunya tepat.

Begitu masuk gerbang Moonking, tentu saja akan bertemu dengan garasi yang hanya atap dan disebelah kiri ada pintu dan halaman kecil. Halaman ini nantinya akan dibuat seperti taman yang indah penuh dengan tanaman dan bunga-bunga. Bayangan yang ada di benak Mustafa adalah taman ini diisi dengan mainan lego berbentuk pohon mangga atau pohon cemara, lalu ada lego bunga tulip berhiaskan lego star wars. Ya sepertinya bayangan itu hanya akan tetap menjadi bayangan Mustafa, karena tidak mungkin Musdalifah menginginkan taman yang kekanak-kanakan seperti itu hanya kerna Mustafa tidak suka dengan rumput liar yang tumbuh di taman Moonking.

Di dalam Moonking ada kamar mandi, kamar tidur Masmus, dan kamar tidur Mustafa-Musdalifah lengkap dengan sebuah kamar mandi kecil didalamnya. Jika nanti kebelakang ada dapur, wastafel, dan tempat mencuci pakaian lengkap dengan pemandangan sebuah taman lagi yang berlantaikan batako. Baru ada 1 kursi di Moonking, dan itu sangat nyaman, berwarna merah dan terlihat hangat. Nyaman rasanya duduk di sana. Di dekat kursi itu ada timbangan berat badan yang jarang sekali digunakan, karena penghuni Moonking terlalu takut pada konsekuensi atas segala makanan yang mereka konsumsi dan olah raga yang tak kunjung mereka lakukan.

Satu ruangan lagi yang ada di Moonking adalah Ruang Wardrobe yang berisi lemari pakaian dan kotak sepatu. Segala pemuas nafsu busana mereka ada di Ruang Wardrobe. Lampu ruangannya selalu menyala agar tidak lembab dan pakaian terawat. Mustafa serahkan semuanya pada Musdalifah, karena Musdalifah lebih tahu perihal ini. Seperti halnya Musdalifah lebih tahu perihal merawat mobil, menjaga agar pakaian tidak pudar warnanya, bagaimana cara memperbaiki meja dan kursi, menghapal obat-obatan dan khasiatnya, sampai bagaimana menakar kopi dalam gelas yang berbeda-beda.

Lalu apa yang Mustafa lebih tahu?

... ... ...

*nenggak cocacola*

... ... ...

*kepul-kepul rorok*

... ... ... ... ...

*berpikir keras*

... ... ... ... ... ...

apa yaaa...?

... ... ... ... ... ... ...

*matikan rokok kemudian tidur*



Tuesday, June 18, 2013

cinta & komitmen

Ya, seperti yang sudah diakui oleh Mustafa, Mustafa memang jatuh cinta pada Musdalifah dan konsekuensi atas jatuh cintanya itu membawa mereka berdua pada apa yang dinamakan oleh pernikahan. Agar semakin sah cinta mereka di mata negara dan agama.

Cinta.

Mustafa memang jatuh cinta pada Musdalifah sejak dahulu kala mereka bertemu pertama kali. 8 tahun lamanya. Tetapi apakah benar dulu Mustafa jatuh cinta pada Musdalifah? Padahal dahulu Mustafa masih bersama dengan perempuan lain dan Musdalifah pun masih bersama dengan pria lain.

Mustafa terlihat memainkan mata tanda kebingungan ketika dihadapkan dengan pertannya ini. Mustafa pun tidak bisa lagi mengelak dengan mengatakan bahwa kejadian itu sudah lama berlalu dan cinta yang membuatnya ingin menikah belum dia rasakan. Tidak bisa seperti itu. Bagaimana dengan kekasih-kekasih Mustafa sebelum menikah dengan Musdalifah, apakah bukan cinta yang dirasakan oleh Mustafa?

"Cinta pada Musdalifah berbeda dengan cinta pada wanita lain", ujar Mustafa lantang. Terdengar klise awal pernyataan itu keluar dari Mustafa. Klise karena Mustafa pun tidak bisa memungkiri kalau dulu pun ada beberapa perempuan yang membuat Mustafa jatuh cinta. Apa yang beda? "Cinta pada Musdalifah bergandengan dengan komitmen". Ya, akhirnya hanya komitmen yang membedakan cinta yang satu dengan cinta yang lain. Komitmen membawa Mustafa pada tanggung jawab dan keberanian untuk menanggungnya.

Dulu sih Mustafa hanya awal-awal saja jatuh cintanya. Komitmen pada jatuh cintanya dahulu kala hanya membawa Mustafa pada berusaha untuk tidak melukai perasaan perempuan lain itu. Walaupun seperti kita ketahui bahwa jatuh cinta pasti akan sakit. Namanya juga jatuh, ya sakitlah. Dan tentu saja jatuh cinta yang dahulu membawa kesakitan yang bermacam-macam, karena Mustafa tidak memiliki komitmen yang lebih seperti komitmen cinta Mustafa pada Musdalifah.

Cinta.

"Aku baru sekali ini merasakan jatuh cinta," ujar Mustafa tersipu malu dan memerah pipinya ketika ditanya sudah berapa kali merasa jatuh cinta. Mustafa malu mengeluarkan pernyataan itu karena banyak orang yang akan menganggap Mustafa hanya berkata gombal. Ya, kalau memang kenyataannya seperti itu, mau gimana lagi, kalau percaya ya mari kita ikuti cerita Mustafa lebih lanjut lagi, kalau tidak percaya ya sudah, lupakan saja Mustafa.

Yang jelas, Mustafa kebingungan bukan kepalang ketika cincinnya tertinggal di rumah saat dia bekerja.